Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pelari Kenya Sapu Bersih Boston Marathon

📅 Rabu, 23 Apr 2025, 06:36 WIB | Oleh:
Pelari Kenya Sapu Bersih Boston Marathon Doc: AFP/ Joseph Prezioso
Ket. Dua pelari Kenya, John Korir dan Sharon Lokedi, tampil sebagai juara Boston Marathon edisi ke-129 yang berlangsung, Selasa (22/4) waktu setempat.

BOSTON – Dua pelari Kenya, John Korir dan Sharon Lokedi, tampil sebagai juara Boston Marathon edisi ke-129 yang berlangsung, Selasa (22/4) waktu setempat. Korir bangkit dari jatuh di awal lomba untuk menuntaskan balapan pria dengan catatan waktu impresif 2 jam 4 menit 45 detik. Sedangkan Lokedi memecahkan rekor lintasan kategori wanita. Dia menggagalkan ambisi Hellen Obiri meraih tiga gelar beruntun.

Turun sebagai salah satu unggulan setelah menjuarai Chicago Marathon tahun lalu, John Korir sempat tergelincir tak lama setelah garis start dan kehilangan nomor dada. Namun, pelari 27 tahun itu menunjukkan ketangguhan mental. Dia berhasil menjaga ritme dan mulai melepaskan diri dari kelompok utama di titik 20 mil. Dengan jarak dua mil tersisa, dia membangun keunggulan satu menit dan menyelesaikan lomba sambil membawa kertas nomor dadanya.

“Ini hari yang luar biasa. Saya tahu jatuh di awal bisa mengacaukan segalanya. Tapi saya hanya fokus untuk bangkit dan tetap percaya diri,” ujar Korir usai lomba. Kemenangan ini terasa lebih istimewa karena membuat John Korir dan kakaknya, Wesley Korir (juara 2012), menjadi pasangan saudara pertama yang pernah juara Boston Marathon. Wesley bahkan menyambut adiknya di garis finis dengan pelukan hangat.

Di belakang Korir, Alphonce Simbu dari Tanzania finis kedua dengan catatan waktu 2:05:04, disusul Cybrian Kotut dari Kenya yang harus puas di posisi ketiga setelah duel ketat di garis akhir.

Pada kategori wanita, duel dua ratu lari Kenya kembali tersaji. Sharon Lokedi, runner-up tahun lalu, berhasil membalas kekalahannya dari Hellen Obiri. Keduanya meninggalkan rombongan sejak pertengahan lomba dan bertarung ketat hingga dua mil terakhir, sampai Obiri mulai kehabisan tenaga.

Lokedi pun melesat di 1.000 meter terakhir dan menuntaskan lomba dengan catatan waktu 2 jam 17 menit 22 detik. Ini memecahkan rekor lintasan sebelumnya yang bertahan sejak 2014. “Saya sempat khawatir berlari terlalu cepat saat mendekati tanjakan. Tapi saya tetap fokus dan ternyata masih punya tenaga untuk sprint terakhir. Rasanya luar biasa, saya belum percaya ini nyata,” ujar Lokedi.

Obiri finis kedua dengan selisih 19 detik. Sedangkan posisi ketiga diraih pelari Ethiopia Yalemzerf Yehualaw (2:18:06). Perlombaan tahun ini juga menandai 50 tahun sejak Bob Hall menjadi pemenang kursi roda pertama Boston Marathon tahun 1975. Untuk mengenangnya, Marcel Hug dari Swiss mencatatkan gelar kedelapannya dengan catatan waktu luar biasa 1:21:34.

“Bob Hall adalah pionir sejati. Tanpa dia, kami mungkin tak akan punya tempat di sini,” ujar Hug penuh hormat. Di kategori wanita, Susannah Scaroni dari AS tampil dominan dan menjuarai kelas kursi roda dengan catatan waktu 1:35:20. Ini kemenangan manis setelah absen tahun lalu karena cedera. ben/AFP/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.