Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Protes Besar di Prancis: Polisi Kerahkan Tank hingga Drone, Hampir 100 Orang Ditangkap

📅 Jumat, 19 Sep 2025, 01:45 WIB | Oleh:
Protes Besar di Prancis: Polisi Kerahkan Tank hingga Drone, Hampir 100 Orang Ditangkap Doc: ANTARA/Xinhua​​​​​​​/Aurelien Morissard
Ket. Ilustrasi - Jalanan diblokade dengan tong sampah saat terjadi aksi unjuk rasa di Paris, Prancis, Rabu (10/9). Aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan protes "Bloquons tout" (Mari kita blokir semuanya) yang berniat menentang kebijakan pemerintahan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

ISTANBUL - Jumlah orang yang ditangkap selama aksi mogok dan protes yang berlangsung di seluruh Prancis melonjak menjadi hampir 100 orang hanya dalam lima jam pada Kamis, menurut lembaga penyiaran BFM TV.

Jumlah orang ditangkap di seluruh Prancis kini mencapai 99 orang, di mana 15 orang ditangkap di wilayah Paris. Angka itu melonjak dari 30 orang pada aksi protes pada Kamis dini hari yang dipimpin oleh beberapa serikat pekerja.

Dua orang, satu jurnalis dan seorang polisi, luka-luka akibat bentrokan yang terjadi antara pengunjuk rasa dan polisi di Lyon, di mana tembakan mortir dan proyektil dilemparkan ke polisi.

Sekitar 50 pengunjuk rasa sempat memasuki kompleks Kementerian Ekonomi sebelum meninggalkan kompleks tersebut beberapa menit kemudian.

Sekretaris Jenderal Serikat Buruh CGT, Sophie Binet, yang turut serta dalam unjuk rasa di Paris, mengatakan bahwa mobilisasi tersebut "sudah berhasil," dengan jumlah peserta lebih dari 400 ribu orang.

Dua puluh tiga sekolah diblokir sepenuhnya pagi ini, dengan 52 lainnya terkena blokade sebagian, sementara sekitar 17 persen guru melakukan aksi mogok, menurut Kementerian Pendidikan.

Pihak berwenang juga melaporkan ada 13 ribu demonstran di Marseille dan 20 ribu di Lyon pada siang hari.

Menteri Dalam Negeri Bruno Retailleau mengatakan kepada wartawan bahwa blokade "tidak seintens yang diperkirakan pada pagi harinya."

Mobilisasi massa dilakukan oleh beberapa serikat pekerja besar di Prancis, untuk merespons usulan anggaran kontroversial yang diperkenalkan oleh mantan Perdana Menteri Francois Bayrou.

Retailleau pada Rabu mengatakan bahwa dia memperkirakan mobilisasi yang "sangat, sangat besar" di berbagai sektor, termasuk layanan publik, pendidikan, transportasi, pertanian, industri, dan hiburan.

Untuk mengamankan protes, Kementerian Dalam Negeri akan mengerahkan lebih dari 80 ribu petugas polisi dan polisi militer di seluruh negeri, di samping kendaraan lapis baja, drone, dan meriam air.

Dalam sebuah langkah yang tidak terlihat sejak protes Rompi Kuning, 24 kendaraan lapis baja Centaure akan dikerahkan di seluruh Prancis, bersama dengan sekitar sepuluh perangkat peluncur air.

Sekitar 40 unjuk rasa serikat pekerja direncanakan di seluruh negara itu, dengan perkiraan awal menunjukkan bahwa hingga 800 ribu demonstran akan ikut serta.

Aksi demonstrasi pada 18 September merupakan kelanjutan dari mobilisasi massa “Block Everything” minggu lalu, yang menarik hampir 197 ribu orang di seluruh negeri.

Rencana anggaran nasional yang kontroversial

Prancis menghadapi ketegangan politik yang meningkat setelah Bayrou kalah dalam mosi tidak percaya di Majelis Nasional pada 8 September.

Bayrou, yang meluncurkan kerangka anggaran 2026 pada Juli, sedang mencari dukungan untuk rencana penghematan hampir 44 miliar euro (sekitar Rp859 triliun) sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi lonjakan utang publik Prancis, yang kini mencapai 113 persen dari PDB-nya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menunjuk Menteri Angkatan Bersenjata Sebastien Lecornu sebagai perdana menteri baru negara itu. Ia ditugaskan untuk mengadakan konsultasi dengan partai-partai politik sebelum membentuk pemerintahannya.

Prancis mencatat salah satu defisit anggaran terbesar di Uni Eropa, yaitu 5,8 persen dari PDB. Negosiasi anggaran telah menjadi sumber ketegangan utama di dalam politik Prancis.

Kegagalan untuk mencapai kesepakatan mengenai anggaran 2025 tahun lalu juga menyebabkan runtuhnya pemerintahan Michel Barnier pada Desember setelah partai sayap kiri dan sayap kanan bersatu mendukung mosi tidak percaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.