Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perang Terbuka Lawan Narkoba! Kapolda Sumbar Ungkap Peredaran Makin Mengkhawatirkan

📅 Jumat, 19 Sep 2025, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perang Terbuka Lawan Narkoba! Kapolda Sumbar Ungkap Peredaran Makin Mengkhawatirkan Doc: Antara
Ket. Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.

Padang - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta memperingatkan seluruh pihak akan bahaya peredaran narkoba di Provinsi Sumatera Barat yang makin memprihatinkan.

"Jika melihat penanganan kasus yang kami tangani, bahaya peredaran narkoba di Sumbar kian mengkhawatirkan. Perlu upaya semua pihak untuk melindungi generasi muda," kata Gatot di Padang, Kamis (18/9).

Ia berpijak pada pengungkapan kasus sabu-sabu seberat 50 kilogram serta ganja dengan berat mencapai 49 kilogram yang diungkap kepolisian dalam beberapa waktu terakhir, dan telah dirilis secara resmi pada Rabu (17/9).

"Jumlah barang bukti ini merupakan indikasi bahwa Sumbar tidak lagi menjadi daerah perlintasan peredaran narkoba, akan tetapi sudah menjadi sasaran pasar, bahkan gudang penyimpanan," jelasnya.

Ia mengatakan kondisi demikian akan membahayakan bagi generasi muda, karena jika ditilik dari jumlah satu kilogram sabu-sabu saja bisa merusak 340 ribu jiwa.

Gatot menegaskan bahwa kepolisian akan terus melakukan pengungkapan kasus serta penindakan hukum terhadap para pelaku secara berkelanjutan tanpa pandang bulu.

Hanya saja, upaya pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan pemidanaan semata, karena dalam lingkup yang lebih luas lebih diperlukan upaya pencegahan.

"Penangkapan pelaku saja tidak cukup, butuh upaya bersama dalam melakukan pencegahan. Karena prinsipnya mencegah lebih baik daripada mengobati," terangnya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, pemangku adat, niniak mamak, tokoh masyarakat, hingga pemuka agama ikut turun tangan dalam upaya pencegahan narkoba.

Hal itu dilakukan untuk menjaga generasi muda yang ada di wilayah Sumbar sebagai generasi penerus, dan menyongsong generasi emas Indonesia 2045.

Peran dari pemerintah juga diperlukan untuk membuka akses, sebab dari sejumlah pelaku yang ditangkap polisi mengaku bahwa mereka tidak memiliki pekerjaan.

Dalam kondisi yang tidak bekerja itu kemudian pelaku tergiur menjadi kurir atau penjual narkoba, karena bisa menghasilkan uang dengan instan sekalipun melanggar hukum.

Pada bagian lain, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Fauzi Bahar Dt Nan Sati mengucapkan terima kasih atas pengungkapan kasus yang telah dilakukan oleh Polda Sumbar.

Fauzi mengatakan LKAAM akan berperan secara maksimal dalam melindungi generasi muda dari bahaya peredaran narkoba.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.