The Fed Isyaratkan Dua Kali Lagi Pemotongan Bunga, Rapat Oktober dan Desember Jadi Penentu
📅 Kamis, 18 Sep 2025, 13:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara.
JAKARTA – Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed memberi sinyal akan ada dua kali lagi pemangkasan suku bunga acuan hingga akhir tahun ini.
Agenda penting tersebut kemungkinan akan diputuskan dalam dua rapat tersisa, yakni pada Oktober dan Desember 2025.
Isyarat ini mencerminkan keyakinan The Fed bahwa inflasi AS terus bergerak mendekati target, sementara tekanan di pasar tenaga kerja mulai mereda.
Gubernur The Fed Jerome Powell mengungkapkan indikator terbaru menunjukkan pertumbuhan aktivitas ekonomi melambat. “PDB (produk domestik bruto) tumbuh 1,5 persen pada semester I-2025 atau lebih rendah dibandingkan capaian pada semester I-2024 sebesar 2,5 persen,” ujarnya di Washington DC, AS, Rabu (17/9) waktu setempat.
Bagi pasar global, rencana pemangkasan suku bunga ganda ini bisa menjadi katalis positif. Likuiditas berpotensi meningkat, biaya pinjaman turun, dan aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia, bisa terdorong.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, efeknya tidak serta-merta linier. Jika pemangkasan terlalu agresif, bisa muncul kekhawatiran baru tentang pelemahan ekonomi AS yang lebih dalam.
Artinya, keputusan The Fed bukan hanya soal angka suku bunga, tapi juga cerminan strategi menyeimbangkan pertumbuhan dan stabilitas.
Bagi Indonesia, sinyal ini memberi ruang stabilisasi nilai tukar rupiah dan peluang penurunan suku bunga domestik, tetapi tetap perlu diwaspadai potensi volatilitas jangka pendek di pasar keuangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk pertama kalinya di era Presiden AS Donald Trump, The Fed akhirnya memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4–4,25 persen dengan hasil voting 11 banding 1.
Keputusan ini menandai perubahan arah kebijakan moneter yang sebelumnya cenderung ketat, menjadi lebih akomodatif.
Pemangkasan tersebut tidak hanya mencerminkan langkah The Fed dalam merespons tren inflasi yang mulai melandai, tetapi juga tekanan politik dan ekonomi yang muncul di dalam negeri.
Trump sejak lama mendesak bank sentral agar melonggarkan suku bunga demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga daya saing industri AS. Dengan inflasi yang relatif terkendali, ruang untuk melakukan penyesuaian akhirnya terbuka.
Dilansir oleh The Guardian, Ketua The Fed Jerome Powell baru saja memulai konferensi persnya tentang keputusan pemotongan suku bunga itu.
Seperti yang diuraikan dalam pernyataan dewan, Powell mengatakan bahwa tingkat pengangguran, meskipun masih rendah secara umum, telah meningkat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!