Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perbankan Disuntik, Stimulus Digelontorkan: Saatnya Pasar Tenaga Kerja Bergeliat

📅 Rabu, 17 Sep 2025, 15:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perbankan Disuntik, Stimulus Digelontorkan: Saatnya Pasar Tenaga Kerja Bergeliat Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Gedung BNI.

JAKARTA – Kombinasi penempatan likuiditas ke perbankan senilai Rp200 triliun dengan paket stimulus 8+4+5 diharapkan menghasilkan efek ganda: menjaga stabilitas keuangan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja baru yang lebih inklusif.

Likuiditas besar ke sektor perbankan memperluas ruang pembiayaan bagi UMKM dan dunia usaha, sementara stimulus fiskal mendorong konsumsi, investasi, serta proyek padat karya.

Tim Strategi Makro Samuel Sekuritas Indonesia menilai paket stimulus 8+4+5 dengan total anggaran Rp16,23 triliun dinilai akan mendukung pertumbuhan sekaligus menjaga kesejahteraan rumah tangga dan lapangan kerja.

Paket stimulus ekonomi 8+4+5 terbagi atas 8 program akselerasi program 2025, 4 program dilanjutkan di program 2026, dan 5 program penyerapan tenaga kerja.

“Pusat dari paket ini adalah komitmen untuk menciptakan peluang bagi lebih dari 3,5 juta pekerja, yang mencerminkan fokus pemerintah pada penyerapan tenaga kerja sebagai saluran utama menjaga konsumsi dan memastikan pertumbuhan inklusif,” tulis Tim Samuel Sekuritas Indonesia dalam risetnya di Jakarta, Rabu (17/9).

Samuel Sekuritas menjelaskan, inti dari berbagai program ini untuk memastikan intervensi mencakup sisi permintaan dan sisi penawaran ekonomi, yaitu memastikan bukan hanya intervensi sementara namun juga transformasi jangka panjang.

“Penempatan likuiditas Rp200 triliun berperan sebagai mekanisme pendukung, tetapi Program 8+ inilah yang menjadi mesin nyata yang menerjemahkan sumber daya finansial menjadi hasil yang nyata bagi pekerja, pelaku usaha, dan komunitas,” tulis Samuel Sekuritas.

Dari sisi permintaan, paket stimulus dinilai memperkuat daya beli, diantaranya melalui bantuan pangan untuk 18,3 juta rumah tangga, perluasan PPh 21 DTP untuk pekerja di sektor pariwisata dan padat karya, serta diskon iuran BPJS bagi pengemudi, kurir, dan pekerja logistik.

“Intervensi ini secara langsung meningkatkan pendapatan yang dapat dibelanjakan, mengurangi beban biaya rumah tangga, dan mendorong konsumsi di berbagai sektor ekonomi,” tulis Samuel Sekuritas.

Selain itu, program revitalisasi perkotaan yang dimulai dari Jakarta juga akan memperbaiki kualitas perumahan dan menyediakan platform bagi UMKM serta pekerja ekonomi gig.

Dari sisi penawaran, paket ini mempercepat transformasi struktural melalui deregulasi di bawah PP 28/2025, penyederhanaan perizinan, serta membuka potensi investasi baru.

“Cash-for-work programs memberikan pekerjaan langsung sambil meningkatkan infrastruktur penting di irigasi, transportasi, dan sanitasi. Secara paralel, inisiatif sektoral berskala besar seperti peremajaan pertanian, revitalisasi akuakultur dan hatchery di Pantura, serta modernisasi kapal penangkap ikan memperluas kapasitas output dan daya saing,” tulis Samuel Sekuritas.

Lebih lanjut, program perumahan melalui BPJS dan KUR Perumahan akan mendorong aktivitas konstruksi, yang memiliki efek pengganda kuat terhadap industri manufaktur dan jasa.

Kekuatan Program 8+ dinilai terletak pada koherensinya, yaitu intervensi sisi permintaan mengamankan konsumsi, sementara program sisi penawaran memperluas kapasitas dan daya saing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Rupiah Masih Rentan - 14 Oktober 2026
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.