Cari Tahu Nyok! Jejak Transportasi Jakarta, Kita Telusuri dari Trem hingga LRT
📅 Rabu, 17 Sep 2025, 23:08 WIB | Oleh: OpikPada tahun 1975, bajaj—kendaraan beroda tiga—resmi ditetapkan sebagai angkutan umum jenis IV di Jakarta, bersama dengan helicak, minicar, dan mebea.
Saat ini, dari angkutan umum jenis IV lainnya, bajaj merupakan satu-satunya moda transportasi yang masih bertahan, karena dianggap lebih unggul dari sisi ekonomi.
Double Decker Bus/Bus Tingkat. Antara/Andika Betha
Bus Tingkat
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada 1981-an, bus dengan dua lantai hadir sebagai angkutan umum yang mampu menampung penumpang dua kali lipat lebih banyak.
Namun, bus tingkat dinilai kurang stabil karena memiliki titik berat yang tinggi, sehingga hanya cocok digunakan di jalan yang datar. Selain itu, angkutan ini juga dianggap kurang ramah infrastruktur karena ukurannya yang tinggi berisiko tersangkut di bawah terowongan
Saat ini, bus tingkat hanya digunakan sebagai fasilitas pariwisata untuk masyarakat atau turis yang ingin berkeliling kota Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kereta Komuter Jakarta. (Antara)
KRL CommuterLine
Sejak 1970 transportasi ini beroperasi dengan nama KRL Jabodetabek. Kemudian, pada 2017 PT KAI CommuterLine Jabodetabek.
Saat ini, KRL CommuterLine memiliki 93 stasiun yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan dengan 12 gerbong kereta dapat mengangkut kurang lebih 3.000 penumpang dalam sekali perjalanan.
Tiga bus listrik Transjakarta mengantre sebelum memasuki Halte Transjakarta Pasar Baru di Jakarta. (Antara/Aditya Nugroho)
Transjakarta
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!