7 Tuntutan Demo Ojol: Potongan Aplikasi 10 Persen, Copot Menhub, Hingga Usut Tragedi 28 Agustus
📅 Rabu, 17 Sep 2025, 09:20 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
Doc: Koran Jakarta/Alfina Febriyana
JAKARTA - Jakarta kembali memanas! Ribuan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam GARDA (Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia) turun ke jalan, Rabu (17/9/2025). Aksi besar-besaran ini dimulai dari depan Kementerian Perhubungan, berlanjut ke Istana Presiden, hingga berakhir di depan Gedung DPR RI.Menurut Ketua Umum Garda, Raden Igun Wicaksono, massa yang turun bukan main banyaknya, diperkirakan antara 2.000 hingga 5.000 orang, terdiri dari driver roda dua, roda empat, kurir online, bahkan nantinya akan bergabung dengan mahasiswa dari BEM UI. Mereka bersatu dalam apa yang disebut sebagai aksi gabungan “kepung DPR”.Salah satu tuntutan paling panas adalah mencopot Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Garda menilai sang menteri gagal total karena dianggap lebih berpihak pada kepentingan pebisnis aplikator ketimbang nasib para pengemudi. “Dudy tidak layak jadi menterinya Presiden Prabowo. Ia justru menjaga hegemoni perusahaan aplikator yang menindas driver ojol,” tegas Igun dalam pernyataan tertulisnya.Selain itu, isu potongan aplikator juga menjadi sorotan utama. Para driver menegaskan bahwa potongan maksimal 10 persen adalah harga mati dan tidak bisa ditawar lagi. Mereka juga menuntut percepatan pembahasan RUU Transportasi Online agar segera masuk ke dalam Prolegnas, sehingga ada payung hukum yang jelas untuk melindungi jutaan pengemudi.Berikut 7 tuntutan utama para pengemudi ojol dalam aksi hari ini:1. Mendesak agar RUU Transportasi Online segera masuk dalam Prolegnas.2. Potongan aplikator hanya 10 persen dan tidak bisa dinegosiasi.3. Regulasi tarif pengantaran barang dan makanan harus segera dibuat.4. Audit investigatif terhadap potongan 5% hak ojol yang selama ini ditelan aplikator.5. Hapus semua program aplikator yang merugikan, seperti aceng, slot, multi order, dan member berbayar.6. Copot Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan ganti dengan sosok pro rakyat.7. Tuntaskan kasus tragedi 28 Agustus 2025 yang merenggut nyawa dua driver, yakni Affan Kurniawan (21) di Jakarta dan Rusdamdiyansah (26) di Makassar.Aksi ini bukan hanya sekadar demonstrasi, tetapi sinyal keras bahwa kesabaran para pengemudi ojol sudah mencapai titik didih. Para pengemudi ojol menolak terus-menerus diperas oleh kebijakan aplikator yang mencekik, ditambah ketidakpedulian pemerintah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!