Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Maduro Tuding AS Siapkan Agresi Militer ke Venezuela

📅 Selasa, 16 Sep 2025, 12:00 WIB | Oleh:
Maduro Tuding AS Siapkan Agresi Militer ke Venezuela Doc: Andine.pe
Ket. Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuding AS sedang mempersiapkan "agresi militer" terhadap negaranya

LIMA - Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuding Amerika Serikat sedang mempersiapkan "agresi militer" terhadap negaranya. Ia menegaskan pemerintahnya diberi wewenang oleh "hukum internasional" untuk menghadapinya.

Dalam beberapa minggu terakhir, Amerika Serikat  mengerahkan delapan kapal ke perairan Karibia selatan dalam operasi antinarkoba. Washington menuduh Maduro memiliki hubungan dengan perdagangan narkoba dan menuntut hadiah $50 juta bagi siapa pun yang dapat menangkap presiden tersebut. 

"Ada agresi yang sedang berlangsung, yang bersifat militer, dan Venezuela diberi wewenang oleh hukum internasional untuk menghadapinya ," kata Maduro, Senin (15/9) dikutip dari media Peru, Andina. Ia merujuk pada pengerahan kapal-kapal AS di Karibia. 

Dalam konferensi pers dengan media internasional, Maduro juga mengumumkan bahwa "komunikasi dengan pemerintah Amerika Serikat telah diputus" dan menyebut Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebagai "penguasa kematian dan perang." 

Minggu lalu, Rubio menuduh Maduro sebagai "buronan keadilan Amerika" sehubungan dengan permintaan AS akan hadiah atas penangkapannya.

Senin ini, dalam wawancara dengan Fox News sebelum pernyataan Maduro, Rubio mengatakan presiden Venezuela "menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan nasional" Amerika Serikat karena dugaan perdagangan narkoba yang dituduhkan kepadanya.

Venezuela menolak tuduhan ini dan minggu lalu Maduro memerintahkan pengerahan setidaknya 25.000 pasukan Angkatan Bersenjata ke negara-negara yang berbatasan dengan Kolombia dan Karibia. 

Madur juga menyerukan pendaftaran warga sipil dalam Milisi Bolivarian, korps militer yang terdiri dari warga sipil, untuk bergabung dalam barisan jika terjadi kemungkinan invasi AS.

Selama akhir pekan, pemerintah Venezuela melaporkan bahwa anggota angkatan bersenjata AS, anggota awak kapal perusak Angkatan Laut USS Jason Dunham, menahan sebuah kapal penangkap ikan tuna yang berlayar di Karibia Venezuela selama delapan jam.

Menteri Pertahanan  Vladimir Padrino López juga menyatakan Amerika Serikat melipatgandakan pengerahan pesawat mata-matanya "melawan" Venezuela pada bulan Agustus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.