Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penjelasan RSI Sultan Agung Terkait Kasus Dugaan Kekerasan yang Viral di Medsos

📅 Senin, 15 Sep 2025, 18:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penjelasan RSI Sultan Agung Terkait Kasus Dugaan Kekerasan yang Viral di Medsos Doc: Antara Foto
Ket. Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, dr. Agus Ujianto, M.Si, Med, Sp.B, didampingi jajaran direksi saat konferensi pers, di Semarang, Senin (15/9/2025).

Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang, Jawa Tengah, menjelaskan kronologi kasus dugaan kekerasan terhadap salah satu dokternya untuk meluruskan kabar yang beredar luas di media sosial.

Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang dr. Agus Ujianto di Semarang, Senin, mengatakan pihaknya merasa perlu memberikan penjelasan resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman yang lebih luas.

"Perlu digarisbawahi bahwa permasalahan ini berfokus pada masalah antara pasien dan dokter dalam proses pelayanan di rumah sakit," kata Agus.

Diakuinya, banyak sekali berita media sosial yang beredar, bahkan mengaitkan kejadian di RS dengan pihak lain yang tidak ada kaitannya dengan kejadian di RS tersebut.

"Guna memperjelas permasalahan ini, dapat saya sampaikan kronologi singkat sebagai berikut," katanya.

Pada hari Kamis (4/9), lanjut dia, ada pasien umum perempuan berinisial T, istri dari D masuk ke rawat inap RS dengan jadwal persalinan pada hari Jumat (5/9) yang didasarkan pada hasil konsultasi dokter S dan dokter A.

Pada Jumat (5/9) telah disepakati antara pasien dengan dokter A dan diketahui oleh Dokter S bahwa persalinan dengan menggunakan metode atau tindakan ILA (Intrathecal Labor Analgesia).

Kemudian pada hari yang sama siang hari, pasien tersebut telah melahirkan dibantu oleh Dokter S dan tenaga kesehatan dari RS. "Karena Dokter A datang terlambat dan tidak jadi menggunakan metode ILA, D marah-marah kepada dokter A," katanya.

Meski tidak mengalami kekerasan fisik, kata dia, Dokter A mendapatkan kekerasan secara verbal sebagaimana bisa diketahui dari video yang beredar.

"Manajemen RS telah memfasilitasi dialog antara pasien, tenaga medis, IDI Jawa Tengah, IDI Kota Semarang, Komite Medik, Dekan FH, dan Dekan FK, guna mewujudkan penyelesaian permasalahan secara internal," katanya.

Ia mengatakan saat itu D mengucapkan terima kasih kepada Dokter S dan Dokter A serta menyampaikan permohonan maaf.

"Terhadap permasalahan ini, Dokter A telah menempuh jalur hukum, sehingga RS mengikuti proses hukum selanjutnya," katanya seraya menyebutkan RS juga telah menyiapkan tim advokasi.

Karena itu Agus meminta kepada seluruh dokter, tenaga kesehatan, dan pegawai RSI Sultan Agung Semarang, untuk tetap tenang, fokus, dan tetap melakukan pelayanan kesehatan yang berkualitas, dan profesional, sebagaimana visi dan misi dari RS.

Kabar dugaan penganiayaan dokter tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial yang menarasikan bahwa seorang dokter anestesi dipukul hingga membuat bidan ketakutan saat bertugas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.