Festival Jenang Candi, Magetan Tawarkan Cita Rasa Kuliner Tradisional ke Panggung Wisata

Minggu, 14 Sep 2025, 21:50 WIB

MAGETAN – Melestarikan kuliner khas sekaligus mempromosikan desa wisata merupakan strategi ganda yang tidak hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga memperkuat daya tarik pariwisata berkelanjutan.

Kuliner tradisional adalah cerminan sejarah, kearifan lokal, dan kekayaan bahan pangan setempat. Dengan mempertahankan cita rasa otentik, kuliner khas bisa menjadi pembeda yang memberi nilai tambah bagi desa wisata di tengah persaingan destinasi global.

Ket. Foto: Warga berebut berkah dalam kegiatan Festival Jenang Candi 2025 yang digelar warga Desa Candirejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jatim, Minggu (14/9/2025). — Sumber: ANTARA/Louis Rika

Di sisi lain, promosi desa wisata yang mengintegrasikan kuliner lokal mampu menciptakan pengalaman pariwisata yang lebih lengkap: wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga merasakan tradisi lewat hidangan.

Dampaknya, perputaran ekonomi desa semakin meningkat karena masyarakat lokal terlibat langsung sebagai pelaku utama, mulai dari petani, pengrajin, hingga pelaku UMKM kuliner.

Namun, tantangan muncul dari modernisasi dan perubahan gaya hidup yang kerap menggeser kuliner tradisional.

Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, komunitas lokal, dan pelaku usaha untuk mengemas kuliner khas menjadi produk wisata yang adaptif tanpa kehilangan keasliannya.

Dengan begitu, kuliner dan desa wisata bukan hanya daya tarik, tetapi juga pilar penting pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis budaya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur (Jatim), mendukung kegiatan Festival Jenang Candi 2025 yang digelar warga Desa Candirejo, Kecamatan Magetan, sebagai upaya melestarikan kuliner khas dan mempromosikan desa wisata setempat.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Magetan Muhtar Wakid menyatakan apresiasi kepada Pemerintah Desa Candirejo yang tiap tahun menggelar kegiatan tersebut.

Pihaknya menilai, festival tersebut tak hanya melestarikan tradisi kuliner khas masyarakat Magetan, namun juga menjadi daya tarik wisata budaya yang mendongkrak perekonomian lokal desa wisata setempat.

"Kami berharap Festival Jenang Candi bisa terus digelar dan menjadi agenda tahunan. Selain untuk menjaga kearifan lokal, festival ini juga menjadi daya ungkit yang positif bagi promosi pariwisata di Kabupaten Magetan," ujar Muhtar saat kegiatan Festival Jenang Candi 2025, di Desa Candirejo, Magetan, Minggu (14/9) sore.

Ia menambahkan, dukungan Pemkab Magetan akan terus diberikan agar tradisi budaya dan produk lokal tersebut dapat lebih dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Kepala Desa Candirejo Agus Setiyono mengatakan festival jenang candi bertujuan untuk melestarikan budaya desa.

Adapun, Festival Jenang Candi 2025 diawali dengan kirab gunungan jenang candi yang diikuti perangkat dan tokoh desa dengan berdandan kostum khas Jawa.

Dalam festival tersebut terdapat momentum "andum" atau berbagi berkah jenang di lapangan Desa Candirejo. Jenang yang dibagikan berupa gunungan yang sebelum dibagikan dikirab bersama iringan berbagai kesenian warga desa setempat.

"Jenang candi ini termasuk dalam budaya kuliner khas dari Magetan," katanya lagi.

Kini, jenang candi diproduksi oleh para perajin jenang di desa setempat yang kemudian dijadikan jajanan khas Magetan dan dijual di toko oleh-oleh untuk wisatawan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.