Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bupati: Bantul Jadi Salah Satu Pusat Pertumbuhan UMKM di DIY

📅 Minggu, 14 Sep 2025, 10:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bupati: Bantul Jadi Salah Satu Pusat Pertumbuhan UMKM di DIY Doc: ANTARA
Ket. Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, saat meninjau salah satu stan dalam pameran MJE 2025 di Jogja Expo Center Kabupaten Bantul, DIY.

BANTUL – Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih, menyebutkan bahwa Kabupaten Bantul merupakan salah satu kabupaten yang menjadi pusat pertumbuhan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di provinsi ini.

"Bantul adalah daerah yang merupakan pusat UMKM di DIY. Dari tahun ke tahun, jumlah UMKM terus meningkat. Pada semester I 2025, tercatat ada sebanyak 96.360 pelaku UMKM di Bantul," kata Bupati Halim dalam gelar wicara "UMKM Lokal yang Mengglobal" di Bantul, Minggu (14/9).

Menurut dia, bahwa pelaku UMKM di Bantul didominasi oleh sektor ekonomi kreatif, meliputi fesyen, kuliner kemasan, minuman olahan, hingga kerajinan tangan.

"Dan inilah potensi ekonomi kreatif di Bantul yang harus terus diberdayakan agar mampu bersaing secara nasional bahkan internasional," katanya.

Meski demikian, kata Bupati, pemerintah daerah mengakui masih adanya beberapa tantangan utama yang dihadapi para pelaku UMKM, di antaranya terkait dengan permodalan, proses produksi dan pemasaran.

Sebagai upayanya, kata Bupati, Pemerintah Bantul telah menyediakan fasilitasi dan pendampingan modal semua bank perhimpunan bank-bank negara atau Himbara melalui kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga rendah.

Sedangkan untuk proses produksi, kata Bupati Halim, pemerintah selalu memiliki fasilitas dan pendampingan untuk memperoleh sertifikat PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) bagi produk makanan, fasilitasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kemudian sertifikasi halal.

"Karena sertifikat ini penting, sehingga PIRT, BPOM, sertifikat halal itu bisa meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dagangan," katanya.

Kendati demikian, lanjut Bupati, pemerintah juga menekankan pentingnya desain kemasan (packaging) sebuah produk UMKM dan strategi pemasaran digital.

"Packaging itu sama pentingnya dengan kualitas produk. Banyak produk bagus tapi kemasannya tidak menarik. Sebaliknya, packaging menarik bisa mendongkrak daya tarik meski produknya biasa-biasa saja," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Menekraf: Musik Indonesia Kian Mendunia

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menekraf: Musik Indonesia K...

Kemenpar Ajak Berwisata Melalui Liburan Cara Baru

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenpar Ajak Berwisata Mel...
Nasional
BKKBN Percepat Penanganan K...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 1
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 1
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
# 7
# 7
Menanti Data Inflasi AS, 25 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.