Dinas Lingkungan Hidup Kotawaringin Timur Dorong Masyarakat Aktif Kelola Sampah Lewat Bank Sampah
📅 Jumat, 12 Sep 2025, 10:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mengoptimalkan pembentukan bank sampah untuk membantu penanganan sampah.
"Minimal satu desa dan kelurahan ada satu TPS 3R dan satu bank sampah. Kita semua menjadi pelanggan. Dimulai dengan memilah sampah rumah tangga," kata Kepala DLH Kotim Marjuki di Sampit, Jumat.
Saat ini sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat Kotawaringin Timur setiap harinya mencapai 245,5 ton. Kontribusi terbesar berasal dari Sampit yang meliputi Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang yang menghasilkan sekitar 98,5 ton per hari.
Khusus di Sampit, pemerintah daerah sudah membangun tujuh depo sampah dan satu tempat pengolahan sampah reduce, reuse and recycle (TPS 3R) yang tersebar di dua kecamatan tersebut.
TPS 3R menjadi prioritas karena di tempat ini sudah dilakukan pemilahan sampah organik dan nonorganik. Sampah yang masih bisa dimanfaatkan akan didaur ulang, sehingga hanya residu atau sampah yang benar-benar tidak bermanfaat yang akan dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah dan jumlahnya menjadi sedikit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keberadaan bank sampah sejalan dengan upaya pengurangan sampah melalui cara 3R atau daur ulang. Bank sampah dinilai sangat membantu mengurangi sampah dan menghasilkan nilai ekonomi bagi warga.
Warga bisa menyerahkan sampah yang bisa didaur ulang seperti botol bekas dan lainnya. Selanjutnya sampah itu ditimbang dan dihitung nilai ekonominya, selanjutnya nominalnya menjadi tabungan bagi warga yang sewaktu-waktu bisa dicairkan.
Saat ini ada satu bank sampah di Jalan Pangeran Antasari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Bank sampah tersebut milik swasta namun di bawah binaan Dinas Lingkungan Hidup. Marjuki berharap keberadaan bank sampah diperluas hingga ke seluruh kecamatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sampah yang masih bisa dimanfaatkan atau bernilai ekonomi itu kita pilah, sehingga sampah tidak lagi menjijikkan tetapi bisa diolah menjadi sesuatu yang menghasilkan manfaat dan nilai ekonomi," demikian Marjuki.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!