Bendera One Piece Berkibar dari Indonesia Hingga Nepal, Jadi Simbol Pemberontakan Gen Z?
📅 Jumat, 12 Sep 2025, 12:46 WIB | Oleh: Andriani Nuraini
Doc: Ist.
Jakarta — Sebuah simbol dari dunia anime, yang sebelumnya hanya dikenal sebagai ikon petualangan bajak laut fiksi, kini muncul di barisan unjuk rasa sebagai lambang protes melawan ketidakadilan. Bendera Jolly Roger khas One Piece, tengkorak dengan topi jerami, mulai dikibarkan dalam demonstrasi di Nepal, menyusul tren yang sudah muncul di Indonesia, sebagai wujud kegeraman generasi muda terhadap korupsi, penyensoran, dan pemerintahan otoriter.
Di Nepal, protes besar-besaran yang dipimpin anak muda (Gen Z) merespon larangan terhadap puluhan platform media sosial dan tuduhan korupsi terhadap elite politik. Dalam protes tersebut, banyak demonstran membawa bendera Straw Hat Pirates dari One Piece. Di Indonesia, tren penggunaan bendera ini telah muncul sejak Juli–Agustus 2025, terutama saat protes terhadap kebijakan transportasi (ODOL trucks) dan ketidakpuasan terhadap pemerintahan secara umum.
Pemerintah Indonesia meresponnya dengan kontroversi, beberapa pejabat menyebut bahwa penggunaan simbol ini sebagai bentuk protes bisa dianggap melanggar kesatuan nasional, sementara yang lain menyatakan bahwa hal tersebut adalah ekspresi kreativitas dan bagian dari kebebasan berekspresi.
Sedangkan di Nepal, belum ada indikasi bahwa bendera tersebut telah dibanned, namun penggunaannya jelas menjadi bagian dari visual protes. Di Indonesia, beberapa pejabat meminta penghormatan terhadap bendera nasional dan menghindari penggunaan simbol alternatif yang bisa dianggap provokatif.
Kenapa Bendera One Piece Bisa Menjadi Simbol Protes
-
Makna simbolik: Dalam One Piece, kru Straw Hat dipandang sebagai pembangkang terhadap sistem yang dianggap menindas, sistem Pemerintah Dunia di anime tersebut. Pemakaian simbol mereka oleh demonstran memberi arti, “Kami menolak ditindas, kami akan berjuang untuk kebebasan.”
Sebaiknya Anda baca juga:
-
Pop culture sebagai medium ekspresi: Anime dan manga kini jadi bagian dari identitas anak muda. Ketika isu serius seperti korupsi dan kebebasan berbicara dihadapkan dengan ketidakpuasan politik, simbol-simbol populer lebih mudah tersebar dan dimengerti banyak orang.
-
Ketersediaan simbol alternatif: Dengan adanya larangan media sosial, penyensoran, dan kontrol media, simbol visual seperti bendera bajak laut ini menjadi cara nonverbal untuk menyuarakan ketidakpuasan, sebuah protes yang “dilihat” lebih dulu daripada didengar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!