Lima Atlet yang Berpotensi Bersinar di Kejuaraan Dunia Atletik

Kamis, 11 Sep 2025, 08:50 WIB

PARIS, PRANCIS - Nama-nama besar seperti Noah Lyles, Armand Duplantis, dan Faith Kipyegon akan menjadi sorotan utama di Kejuaraan Dunia Atletik di Tokyo. Namun, ajang ini juga membuka peluang lahirnya bintang-bintang baru yang siap menghadirkan warna segar di panggung dunia.

Berikut lima atlet muda yang diprediksi bisa mencuri perhatian:

Ket. Foto: Cooper Lutkenhaus — Sumber: AFP

Putra

Cooper Lutkenhaus (Amerika Serikat)

Nomor 800 meter dipastikan menjadi salah satu laga paling menarik dengan hadirnya juara Olimpiade Emmanuel Wanyonyi (Kenya) dan juara bertahan Marco Arop (Kanada). Kehadiran Lutkenhaus, remaja 16 tahun, menambah sensasi tersendiri.

Saat turun di babak penyisihan, ia akan tercatat sebagai atlet termuda yang pernah membela AS di kejuaraan dunia. Tiket ke Tokyo diraihnya setelah finis kedua di kualifikasi nasional dengan catatan 1 menit 42,27 detik,rekor dunia U-18.

Lutkenhaus juga baru saja meneken kontrak profesional dengan Nike, menjadikannya atlet termuda AS yang melakukannya. Meski kalah pengalaman dari rival-rivalnya, sang pelatih menilai sikap mentalnya bisa jadi kunci.

“Ia tidak berlebihan ketika menang dan tidak terlalu jatuh ketika kalah. Ia selalu mencintai momen, baik hari bagus maupun buruk,” ujar pelatih SMA-nya, Chris Capeau.

Niels Laros (Belanda)

Belanda bisa saja meraih “double” di lintasan: Femke Bol di 400m gawang putri dan Laros di 1500m putra.

Laros (20) tiba di Tokyo dengan status juara Diamond League dan momentum apik. Sementara itu, kondisi rival-rival utama seperti juara Olimpiade Tokyo Jakob Ingebrigtsen (cedera), peraih emas Olimpiade Kyle Hocker, dan juara dunia Josh Kerr masih penuh tanda tanya.

Laros, yang finis keenam di final Olimpiade, memilih fokus di 1500m meski berpeluang turun di 800m atau 5000m. “Saya tahu ekspektasi tinggi, tapi kami harus realistis. Meski begitu, saya tetap bermimpi podium,” katanya.

Oleh Doroshchuk (Ukraina)

Ukraina berharap kejutan di nomor lompat tinggi. Jika Yaroslava Mahuchikh difavoritkan mempertahankan gelarnya di sektor putri, Doroshchuk bisa menjadi juara dunia putra pertama sejak Bohdan Bondarenko (2013).

Diusianya 24 tahun, Doroshchuk tampil konsisten meski sempat diganggu cedera lutut. Ia meraih emas Kejuaraan Eropa Indoor 2024 dan sebelumnya membukukan perunggu di outdoor.

Putri

Audrey Werro (Swiss)

Atlet 21 tahun ini berpotensi mencatat sejarah sebagai wanita Swiss pertama yang meraih medali 800m di Olimpiade atau kejuaraan dunia.

Putri dari ayah Swiss dan ibu asal Pantai Gading itu menorehkan transisi mulus ke level senior. Koleksi gelarnya termasuk dua kali juara Eropa U-20, perak Kejuaraan Dunia U-20 2022, serta emas Eropa U-23 tahun ini.

Werro juga menutup musim Diamond League dengan gemilang lewat kemenangan di Zurich, menjadi wanita Swiss pertama yang mengangkat trofi tersebut. Catatan waktunya 1:55,91, rekor nasionalhanya kalah dari peraih emas Olimpiade Keely Hodgkinson musim ini.

Meski begitu, ia tetap rendah hati. “Saya ingin mencapai final. Setelah itu, saya akan berlari sebaik mungkin dan lihat apa yang terjadi,” ujarnya.

Leyanis Perez (Kuba)

Perez (23) kembali mengangkat pamor lompat jangkit putri Kuba. Perunggunya di Kejuaraan Dunia 2023 mengakhiri paceklik 14 tahun medali bagi negaranya. Tahun ini ia menambah prestasi dengan gelar juara dunia indoor dan trofi Diamond League.

Ambisinya kini adalah menjadi juara dunia putri pertama Kuba sejak Yargelis Savigne (2009). Namun jalan tidak mudah karena harus bersaing dengan legenda Venezuela, Yulimar Rojas, juara dunia empat kali yang tengah mencari performa terbaik usai absen di Olimpiade 2024 karena cedera. Pertarungan keduanya diprediksi bakal menjadi salah satu tontonan utama di Tokyo.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.