Pemprov DKI Kirim IPA Mobile dan Puluhan Tangki Air ke Sumatra, Fokus Berikan Akses Air Bersih

Kamis, 01 Jan 2026, 02:30 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa Instalasi Pengolahan Air (IPA) mobile dan mobil tangki air bersih bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatra. Bantuan tersebut dilepas langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dari Balai Kota Jakarta pada Rabu (31/12).

Bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi warga di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdampak bencana alam pada penghujung 2025. Pemprov DKI Jakarta menilai ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak di tengah kondisi darurat.

Ket. Foto: Pemprov DKI berikan bantuan kemanusiaan berupa Instalasi Pengolahan Air (IPA) mobile dan mobil tangki air bersih bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatra. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Gubernur Pramono Anung menyampaikan rasa empati dan solidaritas kepada masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana. Ia menegaskan bahwa Jakarta hadir tidak hanya sebagai ibu kota, tetapi juga sebagai bagian dari bangsa yang saling menopang di saat krisis.

"Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah banjir dan tanah longsor yang menimpa saudara-saudara kita di berbagai daerah di Sumatra," ujar Pramono. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antardaerah menjadi kunci agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

Menurut Pramono, dampak bencana tidak hanya berupa kerusakan fisik, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Salah satu dampak paling nyata adalah terganggunya akses air bersih dan sanitasi yang aman.

Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta melalui PAM JAYA mengambil peran aktif dalam mendukung proses tanggap darurat dan pemulihan. Bantuan yang dikirimkan dirancang agar dapat langsung dioperasikan di lokasi terdampak bencana.

"Air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital dalam situasi seperti ini," kata Pramono. 

Ia menjelaskan bahwa kehadiran fasilitas pengolahan air diharapkan mampu mengurangi risiko kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Dalam pengiriman kali ini, PAM JAYA mengerahkan dua unit IPA portable, 10 unit mobil tangki air bersih, serta 30 personel lapangan. Seluruh tim disiapkan untuk bertugas secara langsung di wilayah terdampak banjir dan longsor.

Pramono mengapresiasi keterlibatan PAM JAYA dan seluruh petugas yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut. Ia menyebut bantuan ini mencerminkan komitmen BUMD Jakarta dalam mengedepankan pelayanan publik dan kepedulian sosial.

"Bantuan ini menunjukkan profesionalisme dan semangat melayani di tengah situasi darurat," ujarnya. 

Selain bantuan teknis, Pemprov DKI Jakarta juga membuka donasi kemanusiaan yang dikoordinasikan bersama BAZNAS dan BAZIS Provinsi DKI Jakarta. Donasi tersebut dapat disalurkan secara langsung maupun melalui transfer dengan sistem pelaporan yang transparan.

Pemprov DKI Jakarta juga telah menyalurkan bantuan dana masing-masing sebesar Rp3 miliar kepada Kota Lhokseumawe, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Aceh Tamiang. Penyaluran ini dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri dan DPRD DKI Jakarta.

Sebelumnya, berbagai bantuan logistik seperti toilet portable, pakaian layak pakai, dan bahan makanan juga telah dikirimkan ke daerah terdampak. Melalui Perumda Pasar Jaya, Pemprov DKI Jakarta turut membeli 1,4 ton cabai dari wilayah terdampak untuk membantu perputaran ekonomi lokal.

Sementara itu, Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin menjelaskan bahwa dua unit mobil Water Treatment Plant (WTP) berteknologi Reverse Osmosis (RO) dikirim ke Kabupaten Aceh Tamiang. Teknologi ini memungkinkan air sungai yang tercemar lumpur diolah menjadi air layak konsumsi.

"Dalam satu siklus 12 jam, masing-masing unit WTP mampu memproduksi sekitar 42.000 liter air bersih," ujar Arief.

Selain WTP mobile, PAM JAYA juga menyiapkan 10 mobil tangki air bersih karena jaringan pipa di lokasi bencana masih tertimbun lumpur. Distribusi air melalui tangki dinilai paling efektif dalam kondisi infrastruktur yang belum pulih.

Untuk menjaga keberlanjutan layanan, PAM JAYA menerapkan sistem kerja bergilir bagi tim teknis di lapangan. Pergantian personel dijadwalkan setiap dua minggu agar operasional tetap optimal.

"Kami memastikan bantuan ini tidak mengganggu layanan air bersih bagi warga Jakarta," tambah Arief.

Bantuan kemanusiaan tersebut diperkirakan tiba di lokasi bencana dalam waktu lima hingga enam hari sejak keberangkatan. Pemprov DKI Jakarta berharap bantuan ini dapat mempercepat proses pemulihan dan membantu masyarakat bangkit pascabencana.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.