IOC Terapkan Aturan Baru, Cabor Kategori Putri Olimpiade Hanya untuk Perempuan Biologis

Jumat, 27 Mar 2026, 08:45 WIB

LAUSANNE, SWISS — International Olympic Committee (IOC) resmi mengumumkan kebijakan baru terkait kelayakan atlet di kategori putri, dengan membatasi partisipasi hanya untuk perempuan biologis. Aturan ini akan mulai diterapkan pada Olimpiade Los Angeles 2028.

Dalam pernyataan resminya, IOC menyebut akan kembali memberlakukan tes penentuan jenis kelamin sebagai syarat kelayakan bertanding di kategori putri. Kebijakan ini sekaligus menutup peluang bagi atlet transgender perempuan serta individu dengan perbedaan perkembangan seksual (DSD) untuk berkompetisi di kategori tersebut.

Ket. Foto: Presiden IOC, Kirsty Coventry. — Sumber: AFP

IOC meninggalkan pendekatan sebelumnya yang diperkenalkan pada tahun 2021, di mana setiap federasi olahraga diberikan kewenangan menentukan aturan masing-masing. Kini, kebijakan tunggal diberlakukan untuk seluruh cabang olahraga di bawah naungan IOC.

“Partisipasi dalam kategori putri di Olimpiade maupun ajang lain di bawah IOC kini terbatas pada perempuan biologis, yang ditentukan melalui satu kali pemeriksaan gen SRY,” demikian pernyataan resmi IOC.

Tes tersebut akan dilakukan melalui sampel saliva, usap pipi, atau darah. Presiden IOC, Kirsty Coventry, menegaskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada pertimbangan ilmiah dan rekomendasi para ahli medis.

“Di Olimpiade, selisih sekecil apa pun bisa menentukan kemenangan atau kekalahan. Karena itu, tidak adil jika laki-laki biologis berkompetisi di kategori putri. Dalam beberapa cabang, hal ini juga menyangkut aspek keselamatan,” ujarnya.

Kebijakan ini muncul setelah kontroversi pada cabang tinju putri di Olimpiade Paris 2024, yang melibatkan petinju Aljazair Imane Khelif dan atlet Taiwan Lin Yu-ting.

Keduanya sebelumnya didiskualifikasi dari kejuaraan dunia 2023 oleh International Boxing Association (IBA) karena dianggap tidak memenuhi syarat kelayakan. Namun IOC tetap mengizinkan mereka tampil di Paris, dengan menyebut keputusan IBA sebagai “tiba-tiba dan sewenang-wenang”. Khelif dan Lin kemudian justru meraih medali emas.

Sementara itu, Lin Yu-ting kini telah dinyatakan memenuhi syarat untuk kembali bertanding di kategori putri dalam ajang yang diatur oleh World Boxing, federasi yang akan mengawasi cabang tinju di Olimpiade 2028.

Tes gender sendiri bukan hal baru dalam sejarah Olimpiade. Praktik ini pertama kali diperkenalkan pada 1968 dan terakhir digunakan pada Olimpiade 1996 di Atlanta sebelum dihentikan akibat kritik dari komunitas ilmiah.

Keputusan terbaru IOC ini dipastikan akan memicu perdebatan global, di tengah upaya mencari keseimbangan antara prinsip keadilan kompetisi, inklusivitas, dan hak atlet di panggung olahraga tertinggi dunia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.