Trump Puji Sikap West Point yang Batal Memberi Penghargaan ke Tom Hanks
📅 Rabu, 10 Sep 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/SAUL LOEB
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (8/9) memuji keputusan Akademi Militer West Point yang membatalkan acara pemberian penghargaan kepada aktor Hollywood, Tom Hanks.
Presiden Trump menyebut langkah itu sebagai keputusan yang tegas untuk melawan penerima penghargaan yang dianggap “woke”, sebuah kata ejekan bagi orang-orang yang dianggap memiliki pandang liberal.
“West Point kita yang hebat (dan makin hebat setiap saat!) dengan cerdas membatalkan acara penghargaan bagi aktor Tom Hanks. Keputusan penting! Kita tidak butuh penerima penghargaan WOKE yang merusak penghargaan Amerika tercinta!!!” tulis Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social seperti dikutip dari Antara.
Menurut sang presiden, Academy Awards dan acara hiburan lain yang disebutnya “palsu” sebaiknya menyusun ulang aturan mereka.
Kepala negara ekonomi terbesar dunia itu juga menilai peringkat acara yang kini menurun bisa melonjak jika aturannya diubah.
Sebaiknya Anda baca juga:
West Point sebelumnya dikabarkan telah membatalkan acara pada 25 September yang digelar untuk menganugerahi Tom Hanks dengan Sylvanus Thayer Award, dengan alasan ingin fokus pada misi inti akademi.
Kendati demikian, rencana pemberian penghargaan itu masih tercantum di situs resmi dan media sosial West Point.
Pembatalan itu diumumkan lewat surat elektronik (email) pada Jumat lalu dan dikonfirmasi surat kabar Washington Post pada Sabtu, akhir pekan lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penghargaan Thayer biasanya diberikan kepada warga AS yang dianggap mencerminkan nilai-nilai yang dimiliki West Point.
Aktor Tom Hanks dijadwalkan menerima penghargaan itu atas kiprahnya di dunia akting dan dukungannya terhadap para veteran.
Pandangan Berbeda
Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam yang diminta pendapatnya mengatakan, Presiden Donald Trump dan aktor Tom Hanks memiliki pandangan politik yang berbeda. Presiden Trump berasal dari Partai Republik sedangkan Tom Hanks merupakan pendukung Partai Demokrat.
“Wajar saja jika Trump membela akademi militernya karena militer lebih dekat dengan nilai-nilai garis kanan yang konservatif khas Republik sementara Tom Hanks sebagai pendukung Demokrat tentu lebih dekat dengan liberalisme,” kata Surokim.
Selain sempat mendukung kampanye Presiden Joe Biden pada 2020, Tom Hanks pernah bicara pentingnya demokrasi dan kebebasan, yang mungkin bertentangan dengan pandangan Trump. Tapi pembatalan dari West Poin itu juga menuai kritik dari banyak pihak, yang menilai Hanks telah melakukan banyak hal untuk mendukung militer dan veteran AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!