Qatar Dibom, PSSI Perlu Segera Ajukan Perpindahan Laga Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia. Jangan Tunda Lagi
📅 Rabu, 10 Sep 2025, 13:21 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – PSSI punya alasan untuk mendesak FIFA agar minta AFC memindahkan putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 karena Qatar dibom Israel. Qatar dekat Arab. Indonesia yang akan bermain di Arab, juga harus dipindahkan ke home and away. Bahkan jika perlu jangan ada laga kualifikasi di Qatar dan Arab.
Ini menjadi alasan yang tepat, demi keamanan untuk minta AFC memindahkan laga putaran keempat. Sebab dari awal penunjukan Qatar dan Arab sebagai tuan rumah putaran keempat sangat tidak adil. Ini sudah diarahkan oleh AFC agar Qatar dan Arab lolos.
PSSI katanya dekat dengan FIFA namun protes penunjukan Qatar dan Arab sebagai tuan rumah, tidak digubris. Kini ada alasan yang tepat, demi keamanan tim sepak bola, maka putaran keempat harus dikeluarkan dari Qatar dan Arab. Sebab ini bukan yang pertama, Qatar dibom Israel. Bisa saja nanti dibom lagi.
Indonesia perlu “ngomporin” Irak untuk kerja sama mendorong agar FIFA memindahkan lokasi laga putaran keempat. Sebab dari awal, Irak sangat menolak adanya tuan rumah. Laga yang adil haruslah home and away. Tapi PSSI terlalu kurang keras usahanya dan menyerah ke keputuran FIFA/AFC.
Padahal ini akal-akalan saja para petinggi AFC yang kebanyakan orang dari negara-negara yang ambil bagian di putaran keempat seperti Arab dan Qatar. PSSI harus mendorong untuk home and away.
Sebaiknya Anda baca juga:
Agresi militer dilakukan Israel ke ibu kota Qatar, Doha, Selasa 9 September 2025 malam waktu setempat. Serangan itu merupakan upaya Israel mengejar pimpinan politik Hamas. Namun, serangan yang dikabarkan menewaskan lima orang ini membuat Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani naik pitam.
Ia bahkan minta negara-negara Teluk khususnya negara Asia Barat untuk menyerang balik Israel, namun seruan ini tidak digubris. Seperti biasa sikap Indonesia mengecam serangan Israel terhadap Hamas di Doha, Qatar dan menyerukan kembali agar Dewan Keamanan PBB segera menghentikan agresi Israel terhadap Gaza.
“Indonesia mengecam agresi ini dan kembali mengulangi seruannya kepada DK PBB untuk memenuhi mandatnya dengan mengambil langkah segera dan secara tegas menghentikan tindakan Israel dan menjamin akuntabilitas,” kata pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui platform X yang dipantau di Jakarta, Rabu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemlu menyatakan bahwa serangan Israel ke Doha, Qatar pada Selasa (9/9) merupakan pelanggaran keras terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB, pelanggaran terhadap kedaulatan Qatar, dan ancaman besar terhadap keamanan dan perdamaian kawasan.
Serangan Israel tersebut dinilai Indonesia berisiko mengeskalasi dan memperluas konflik di kawasan. Indonesia juga turut menyampaikan dukungannya terhadap pemerintah dan rakyat Qatar untuk mencapai penyelesaian yang menyeluruh terhadap serangan tersebut, demi perdamaian di Timur Tengah.
“Indonesia menegaskan kembali solidaritasnya terhadap Pemerintah dan rakyat Qatar dan menekankan komitmennya untuk mendukung semua upaya diplomatis untuk mencapai penyelesaian adil, komprehensif, dan perdamaian berkelanjutan di Timur Tengah di bawah Solusi Dua-Negara,” tambah pernyataan Kemlu.
Adapun Israel mengakui telah merencanakan dan melaksanakan operasi untuk menyingkirkan pimpinan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, di Qatar, dan menyatakan bertanggung jawab sepenuhnya atas aksi itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!