Jakarta-Banten Matangkan Kehadiran MRT
📅 Rabu, 10 Sep 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
TANGERANG – Angkutan massal, mass rapit transit (MRT) akan dilanjutkan sampai ke daerah Banten. Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo ingin rute MRT nantinya diperpanjang hingga wilayah Banten. Langkah ini juga tengah dimatangkan bersama Gubernur Banten, Andra Soni.
“Cita-cita saya dengan Gubernur Bantenmelanjutkan rute MRT sampai ke Banten. Makanya, berkali-kali saya sampaikan kepada Dirut MRT bagaiman caranya mewujudkannya. Cari akal supaya disambungkan hingga Banten,” kata Pramono, Selasa. Saat ini, Pemerintah Provinsi Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten telah menjalin kerja sama dalam bidang transportasi dengan menghadirkan Transjabodetabek.
Transjabodetabek pertama melayani dari Alam Sutera ke Blok M. Pada waktu itu orang pasti memandang sebelah mata. Tetapi esensinya mengurangi kemacetan. Menurut Pramono, Jakarta dan wilayah penyangga harus bekerja sama menyelesaikan kemacetan. Pramono berangan-angan, misalnya, nanti disambung dari Pondok Labu sampai Tangerang atau Tangerang Selatan.
Rencananya, pembangunan MRT akan sampai Kota pada tahun 2027 dan mencapai Ancol pada tahun 2029. Sebelum pengerjaan rute MRT ke Ancol rampung, Pramono berkeinginan untuk memulai pembangunan rute MRT menuju Banten. “Ini akan menjadi sebuah kemajuan transportasi Jakarta,” ucap Pramono.
Sementara itu, Pemprov Banten mulai membahas percepatan realisasi pembangunan jalur MRT yang akan terhubung ke wilayah Tangerang Raya sebagai bagian dari upaya memperkuat transportasi massal kawasan penyangga Jakarta. Gubernur Banten Andra Soni di Tangerang Selatan, mengatakan pembahasan bersama PT MRT Jakarta, pemerintah daerah Tangerang Raya, dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian focus pada penyusunan langkah tindak lanjut serta skema pendanaan agar proyek tersebut dapat berjalan lebih cepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Andra, telah berdiskusi intens terkait MRT. Ini untuk membahas jalur Lebak Bulus–Serpong maupun Kembangan–Balaraja. Dalam diskusi juga dibahas timeline dan beberapa hal yang harus ditindaklanjuti supaya transportasi massal MRT bisa menjadi nyata di Provinsi Banten.
Ia menjelaskan jalur Cikarang–Balaraja sudah masuk Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga Pemprov Banten berupaya mempercepat integrasi rencana jalur tersebut dengan jaringan MRT Jakarta. Ini adalah tindak lanjut dari RPJMN 2025–2029. Kami berinisiasi untuk mendapatkan progres yang lebih cepat. Sebab kalau menunggu satu jalur selesai, baru ke jalur berikutnya, waktunya akan sangat lama.
Menurut Andra, jalur Serpong–Lebak Bulus totalnya 23 kilometer. Lalu, sekitar 4 km masuk Jakarta dan baru 17 kilometer masuk Banten. Ia menegaskan pertemuan tersebut bukan forum pengambilan keputusan, melainkan diskusi untuk menyatukan langkah pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, swasta, dan operator MRT.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!