Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ethiopia Resmikan Bendungan Terbesar di Afrika

📅 Rabu, 10 Sep 2025, 19:09 WIB | Oleh:
Ethiopia Resmikan Bendungan Terbesar di Afrika Doc: Reuters
Ket. Bendera besar Ethiopia dikibarkan di Bendungan Grand Renaissance Ethiopia (GERD), yang dibangun di sepanjang Sungai Nil Biru, saat peresmiannya, di Guba, wilayah Benishangul-Gumuz, Ethiopia, pada Selasa (9/9).

ADDIS ABABA - Ethiopia pada Selasa (9/9) meresmikan Bendungan Renaissance Besar Ethiopia (GERD) yang menelan biaya hampir 5 miliar dolar AS (sekitar Rp82,1 triliun), proyek hidroelektrik terbesar di Afrika, tepatnya pembangunan di Sungai Nil Biru.

Bendungan yang diluncurkan pada 2011 oleh mendiang perdana menteri Ethiopia Meles Zenawi tersebut dirancang untuk menghasilkan 5.150 megawatt listrik, menjadikannya salah satu pembangkit listrik tenaga air terbesar di dunia.

Para pejabat Ethiopia mengatakan bendungan itu akan meringankan kekurangan listrik kronis dan memungkinkan ekspor listrik ke seluruh Afrika Timur.

Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mendeskripsikan proyek itu sebagai tonggak sejarah nasional dan simbol kemandirian, dengan mengatakan bahwa waduk besar tersebut, yang diberi nama Danau Nigat atau "Danau Fajar", menandai berakhirnya "era mengemis" di Ethiopia.

"Danau ini telah membawa kekayaan yang lebih besar daripada PDB Ethiopia. Generasi ini telah mencapai prestasi besar dengan Bendungan Renaissance. Era mengemis telah berakhir," kata Abiy.

Menyebut GERD sebagai "megaproyek terbesar dalam sejarah masyarakat kulit hitam", dia mengatakan bahwa Ethiopia tidak "mencari kerugian", melainkan "kemakmuran bersama".

Presiden Kenya William Ruto mengatakan benua Afrika “dapat membentuk nasibnya sendiri. Ini adalah pernyataan Pan-Afrika”, menambahkan “jalan menuju perdamaian terletak pada persatuan, bukan isolasi.”

Presiden Sudan Selatan Salva Kiir menyebut proyek tersebut sebagai “simbol persatuan, pengorbanan, dan tekad”, mengatakan bahwa bendungan itu akan membawa kekuatan dan kemakmuran bagi kawasan tersebut.

Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud mengatakan semua negara harus dilibatkan dan berbagi beban, mendesak bahwa “berbagi sumber daya, berbagi persaudaraan”.

Sedangkan Presiden Djibouti Ismail Omar Guelleh menyebut peresmian tersebut sebagai “hari kemenangan besar”.

Selama 14 tahun, jutaan rakyat biasa Ethiopia, termasuk petani, buruh harian, pelajar, dan pegawai negeri sipil, membeli obligasi dan memberikan sumbangan untuk membantu mendanai proyek bendungan tersebut.

Pihak berwenang mengatakan bahwa upaya publik itu, di samping pendanaan negara, memungkinkan penyelesaian bendungan raksasa tersebut.

Namun, Mesir dan Sudan tetap sangat prihatin. Kedua negara itu berpendapat bahwa Ethiopia telah mengisi dan mulai mengoperasikan bendungan itu tanpa perjanjian pembagian air yang mengikat. Keduanya tidak hadir dalam upacara peresmian.

Mesir, yang menyatakan bahwa negaranya bergantung pada Sungai Nil untuk hampir 90 persen kebutuhan airnya, khawatir proyek itu dapat mengurangi aliran air penting selama musim kemarau, sementara Sudan juga telah menyuarakan kekhawatiran atas keamanan bendungan dan pelepasan air yang tidak terkoordinasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.