Nama Pejuang Kemanusiaan, YB Mangunwijaya Diabadikan Jadi Jalan Menuju TPA Jatibarang Semarang
📅 Selasa, 09 Sep 2025, 13:07 WIB | Oleh: Henri pelupessy
Doc: koran jakarta/dok
SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang resmi mengabadikan nama tokoh humanis dan pejuang kemanusiaan Romo YB Mangunwijaya menjadi nama jalan menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang.
Peresmian dilakukan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, Senin (8/9), sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat atas semangat Romo Mangun yang selalu berpihak pada kaum kecil dan termarjinalkan.
Agustina menegaskan, penamaan jalan ini tidak hanya sebagai penghormatan formal, tetapi juga simbol moral agar spirit Romo Mangun hidup di kawasan yang kerap dipandang sebelah mata. “Jalan ini menjadi pengingat bahwa Romo Mangun selalu hadir di tengah masyarakat kecil. Jika beliau masih hidup, pasti memilih berdiri di kawasan yang dianggap kumuh, seperti di sini, untuk menyalakan harapan,” ujarnya.
Ia berharap penamaan jalan tersebut dapat mendorong pengelolaan TPA Jatibarang menjadi lebih berkelanjutan. Saat ini, Pemkot tengah menyiapkan tender internasional pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), selain penerapan sanitary landfill dan ekonomi sirkular.
“Semoga semangat Romo Mangun juga menginspirasi pengelolaan TPA Jatibarang, agar kawasan ini bisa menjadi ruang hidup yang bermakna dan menumbuhkan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apresiasi juga disampaikan Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang, Romo FX Sugiyana, Pr, yang hadir mewakili Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko. Menurutnya, penempatan nama Romo Mangun di akses menuju TPA Jatibarang justru sangat tepat.
“Kalau namanya ditempatkan di kawasan elit, mungkin Romo Mangun malah tidak betah. Tapi di sini, di kawasan TPA, justru sesuai dengan spirit beliau yang selalu berpihak pada yang kecil dan terpinggirkan,” kata Sugiyana.
Ia menambahkan, yang terpenting bukan hanya nama jalan yang dikenang, tetapi juga semangat perjuangan Romo Mangun yang terus menginspirasi warga Semarang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai catatan, Romo YB Mangunwijaya adalah rohaniawan, arsitek, sastrawan, sekaligus pejuang kemanusiaan kelahiran Ambarawa. Karya monumentalnya menata Kampung Kali Code Yogyakarta menjadikannya penerima SEA Write Award (1986) dan Aga Khan Award for Architecture (1992).
Ia juga dikenal vokal membela masyarakat kecil, termasuk saat kontroversi pembangunan Waduk Kedungombo di tahun 1980-an.
Dengan diresmikannya Jalan YB Mangunwijaya, spirit keberpihakan kepada kaum kecil dan kepedulian pada lingkungan diharapkan terus menyala di Kota Semarang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!