Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hardjuno Wiwoho: Reshuffle Kabinet Harus Perbaiki Tata Kelola Bernegara

📅 Selasa, 09 Sep 2025, 14:00 WIB | Oleh:
Hardjuno Wiwoho: Reshuffle Kabinet Harus Perbaiki Tata Kelola Bernegara Doc: dok. Pribadi

JAKARTA – Pengamat hukum dan pembangunan, Hardjuno Wiwoho, menilai reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto harus dipandang sebagai evaluasi menyeluruh atas tata kelola politik, hukum, dan ekonomi.

Menurutnya, pergantian pejabat tak boleh berhenti pada level kosmetik. “Yang penting membangun sistem transparan agar praktik yang melemahkan demokrasi dan merugikan rakyat bisa dihentikan,” tegas Hardjuno, Senin (8/9).

Ia juga menyinggung kebijakan defisit anggaran yang membuat utang negara membengkak. Hardjuno berharap ke depan pemerintah berani mengurangi penerbitan utang dan mendorong bank menyalurkan kredit ke sektor riil. “Kalau bank mengalirkan dana ke rakyat, UMKM bisa tumbuh, lapangan kerja tercipta, dan ekonomi bergerak,” ujarnya.

Hardjuno mengingatkan reshuffle juga punya dimensi politik. Karena itu, kepentingan politik tidak boleh menyingkirkan kepentingan rakyat. “Kursi menteri bukan hadiah bagi kelompok tertentu, tapi amanah untuk mengelola negara,” katanya.

Ia menegaskan, reshuffle harus memberi arah baru pembangunan nasional di tengah tantangan besar, mulai dari geopolitik global hingga ketimpangan domestik. “Kabinet ke depan harus kuat secara politik, tapi juga punya visi hukum yang adil dan ekonomi yang inklusif,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.