Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Babel Panen Raya Padi di Desa Namang

📅 Selasa, 09 Sep 2025, 21:33 WIB | Oleh:
Gubernur Babel Panen Raya Padi di Desa Namang Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Babel
Ket. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani bersama Forkompinda Kepulauan Babel dan Bangka Tengah panen padi sawah di Desa Namang, Selasa (9/9)

Pangkalpinang -- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani membuka panen raya padi sawah di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, guna mendukung petani dalam mengembangkan pertanian padi untuk meningkatkan produksi beras di daerah itu.

"Saya mendukung penuh terhadap program peningkatan produksi padi di desa ini," kata Hidayat Arsani di Desa Namang, Selasa.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  mendorong peningkatan produksi padi melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan, termasuk perluasan areal tanam, peningkatan panen, hingga produktivitas, guna mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar daerah. 

"Ini menjadi langkah strategis kita untuk mengurangi ketergantungan bahan pangan dari luar daerah, sekaligus mendorong kemandirian pangan di daerah ini," ujarnya.

Ia menyebutkan produksi padi petani di Kepulauan Babel pada 2024 masih rendah, yakni baru memenuhi 31,24 persen kebutuhan konsumsi masyarakat. Kondisi ini, masih jauh dari ideal dan perlu diantisipasi dengan kebijakan peningkatan produksi.

"Babel memiliki potensi sumber daya pertanian yang besar. Oleh karena itu, peningkatan produksi harus terus diupayakan melalui gerakan bersama, berkolaborasi dengan seluruh potensi yang ada," katanya. 

Ia meminta perusahaan membantu petani, dengan dana CSR sebagai modal usaha guna meringankan beban petani dalam mengembangkan usaha pertaniannya.

"Saya berharap dengan adanya subsidi penuh, harga beras di Kepulauan Babel bisa lebih rendah daripada harga nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan dengan ditetapkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) serta lahan cadangan berkelanjutan di sejumlah daerah di Kepulauan Babel, bisa memberi ruang bagi daerah dalam pengambilan keputusan strategis. 

"Mulai dari pembenahan sistem produksi, hilirisasi, penguatan daya saing, pemantapan pasar, hingga menjadikan ketahanan dan kemandirian pangan menjadi isu strategis, yang masuk dalam prioritas kebijakan mulai dair jangka pendek, menengah, maupun panjang di daerah," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.