Lebanon dan Taiwan Harus Menjadi Lawan Skuad Utama Timnas Indonesia. Jangan Gunakan Laga LawanTaiwan hanya Untuk Hiburan
📅 Senin, 08 Sep 2025, 13:47 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Antara
JAKARTA - Keputusan Patrick Kluivert menurunkan komposisi pemain lapis kedua saat laga uji coba timnas Indonesia melawan Taiwan dalam laga FIFA Matchday, Jumat (5/9) menuai sorotan. Sejumlah pengamat menilai, kesempatan tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk mengasah skuad utama yang akan diturunkan menghadapi lawan lebih berat, yakni Irak dan Arab Saudi dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Menurut pengamat sepak bola nasional, Defri Saefullah, momen melawan Taiwan tetap penting meski kualitas lawan relatif di bawah. “Justru di situ kesempatan untuk melihat kekompakan tim inti. Kalau hanya dijadikan hiburan, risikonya kita kehilangan waktu berharga untuk menemukan kelemahan,” ujar Defri.
Dia menilai, dengan menurunkan skuad utama sejak laga kontra Taiwan, Kluivert seharusnya bisa memberikan kesempatan uji coba dua kali bagi pemain inti sebelum menghadapi, Irak, dan Arab Saudi. Dengan begitu, masih ada ruang untuk melakukan perbaikan taktik dan chemistry di lapangan.
“Tim utama mestinya dapat menit bermain dua kali. Sekali lawan Taiwan, sekali lagi malam ini lawan Lebanon (uji coba berikutnya). Dari situ bisa diukur apa saja yang perlu diperbaiki. Kalau baru diturunkan sekali, waktunya terlalu sempit,” tambah Defri.
Langkah Kluivert yang memilih banyak rotasi pada partai pertama dinilai sebagai sinyal bahwa dia lebih fokus pada pembagian menit bermain ketimbang mencari pola ideal. Kritik pun menyeruak bahwa strategi ini terkesan mengabaikan urgensi laga penting di depan mata.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!