Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ali Khamenei: Donald Trump Jadi Dalang Kerusuhan di Iran yang Memakan Ribuan Korban Jiwa

📅 Minggu, 18 Jan 2026, 18:45 WIB | Oleh:
Ali Khamenei: Donald Trump Jadi Dalang Kerusuhan di Iran yang Memakan Ribuan Korban Jiwa Doc: Politico
Ket. Ali Khamenei secara terbuka menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai pihak yang mendorong dan memperkeruh gelombang protes besar-besaran di Iran.

JAKARTA - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei secara terbuka menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai pihak yang mendorong dan memperkeruh gelombang protes besar-besaran di Iran. Tuduhan itu muncul di tengah krisis nasional yang menurut otoritas Iran telah menelan ribuan korban jiwa sejak akhir Desember lalu.

Dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah Iran, Khamenei menilai campur tangan Amerika Serikat menjadi faktor utama meningkatnya kekerasan di berbagai kota. Ia menyebut Trump bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta instabilitas sosial yang kini melanda negara tersebut.

"Donald Trump bersalah atas korban jiwa, kerusakan, dan fitnah yang ia timbulkan terhadap bangsa Iran," ujar Khamenei dalam pernyataannya yang disiarkan media pemerintah.

Ia menegaskan bahwa protes yang awalnya dipicu masalah ekonomi telah berubah menjadi alat tekanan politik dari luar negeri.

Seorang pejabat pemerintah Iran mengklaim jumlah korban tewas yang telah terverifikasi mencapai sekitar 5.000 orang akibat bentrokan antara aparat keamanan dan massa. Angka tersebut disebut mencerminkan eskalasi konflik yang semakin sulit dikendalikan oleh otoritas setempat.

Situasi di lapangan semakin sulit dipantau karena pemerintah Iran memberlakukan pemadaman internet secara luas. Pembatasan akses informasi ini membuat laporan independen dari dalam negeri hampir tidak dapat diperoleh secara langsung.

Sementara itu, Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia Iran yang berbasis di Amerika Serikat menyampaikan angka berbeda terkait korban. Lembaga tersebut memperkirakan sedikitnya 3.308 orang telah meninggal dunia dan mengklaim telah memverifikasi sekitar 24.000 penangkapan sejak protes pecah.

Gelombang protes sendiri bermula dari kekhawatiran ekonomi seperti kenaikan harga kebutuhan pokok dan tekanan hidup yang semakin berat. Namun dalam perkembangannya, tuntutan massa bergeser menjadi seruan politik yang secara terbuka meminta Khamenei untuk mundur dari jabatannya.

Pemerintah Iran menuding aktor asing memanfaatkan situasi ekonomi domestik untuk memicu kekacauan internal. Washington sejauh ini belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan langsung yang disampaikan oleh Khamenei tersebut.

Ketegangan ini menambah daftar panjang konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang selama bertahun-tahun diwarnai sanksi ekonomi dan saling tuding di panggung internasional. Para analis menilai krisis ini berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.