Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bupati Bengkayang: Masalah Anak Tidak Sekolah Harus Jadi Perhatian Serius

📅 Senin, 08 Sep 2025, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bupati Bengkayang: Masalah Anak Tidak Sekolah Harus Jadi Perhatian Serius Doc: Antara Foto
Ket. Rapat Satuan Tugas Penanganan Anak Putus Sekolah dan Anak Tidak Sekolah yang dipimpin Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis di ruang rapat bupati setempat di Bengkayan, Senin (8/9/2025).

Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat menetapkan sejumlah langkah serius untuk menangani persoalan anak putus sekolah (APS) dan anak tidak sekolah (ATS) yang saat ini tercatat 7.095 orang.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis di Bengkayang, Senin, mengatakan persoalan APS dan ATS harus menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) setempat.

“IPM Kalimantan Barat saat ini masih berada di peringkat empat terbawah secara nasional. Salah satu indikatornya adalah pendidikan sehingga masalah APS dan ATS perlu kita atasi bersama," ujarnya. 

Sejumlah langkah serius itu diputuskan melalui Rapat Satuan Tugas Penanganan Anak Putus Sekolah dan Anak Tidak Sekolah dipimpin Bupati Sebastianus Darwis di ruang rapat bupati setempat.

Selain faktor ekonomi, katanya, persoalan terbesar berupa pola pikir orang tua yang masih menganggap sekolah tidak penting sehingga memicu banyak kasus APS.

Ia menjelaskan pemerintah daerah sudah menyiapkan regulasi berupa peraturan bupati (perbup), standar operasional prosedur (SOP), serta rencana aksi percepatan.

Ia juga mengatakan bahwa data terkait dengan persoalan itu menjadi basis utama untuk mengeluarkan kebijakan.

“Nanti di setiap desa akan ada operator yang melakukan verifikasi dan validasi data APS dan ATS. Kita harus pastikan anak-anak yang tidak sekolah bisa kembali mengakses pendidikan, baik formal maupun nonformal,” katanya.

Ia juga mendorong pembangunan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) diperkuat sebagai alternatif pendidikan.

Ia menyebut program Kejar Paket C harus diarahkan agar lulusan bisa melanjutkan kuliah atau mengikuti pelatihan keterampilan.

“Faktor kedekatan Bengkayang dengan wilayah perbatasan juga berpengaruh pada tingginya angka APS. Karena itu sosialisasi kepada orang tua melalui kecamatan hingga desa menjadi penting,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bengkayang Heru Pujiono mengatakan masalah APS dan ATS tidak dapat diselesaikan dari satu sisi.

Oleh karena itu, katanya, diperlukan sinergi lintas sektor dan pendekatan berbasis kearifan lokal.

“Operator desa akan kita libatkan penuh melalui akun dashboard untuk melakukan verifikasi data. Figur pendidik yang bisa memotivasi anak juga sangat dibutuhkan karena degradasi semangat belajar masih menjadi kendala,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.