Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Transmigrasi Bukan Lagi Soal Pindah Penduduk, tapi Distribusi Otak dan Tenaga Unggul

📅 Jumat, 05 Sep 2025, 14:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transmigrasi Bukan Lagi Soal Pindah Penduduk, tapi Distribusi Otak dan Tenaga Unggul Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi- Kawasan transmigrasi.

JAKARTA – Transformasi transmigrasi akan diwujudkan melalui distribusi sumber daya manusia unggul ke kawasan transmigrasi sebagai upaya pemerataan pembangunan dan penguatan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

Transformasi transmigrasi perlu dijalankan untuk menjawab tantangan persepsi masyarakat yang keliru, yakni transmigrasi hanya sebatas pemindahan penduduk dari wilayah padat ke wilayah jarang.

"Tantangan itulah yang melatarbelakangi program unggulan kami, transmigrasi patriot, yaitu distribusi SDM unggul di kawasan transmigrasi," kata Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (4/9).

Ia menyoroti persepsi negatif yang berkembang bahwa transmigrasi hanya memindahkan orang miskin, meski legasi nyata sudah melahirkan 1.567 desa definitif, ratusan kecamatan, hingga ibu kota kabupaten dan provinsi.

"Bahkan ada juga yang berpendapat transmigrasi hanya memindahkan orang miskin dan hanya memindahkan masalah. Legasi transmigrasi yang telah membentuk 1.567 desa definitif, 466 ibu kota kecamatan, 116 ibu kota kabupaten, tiga ibu kota provinsi yang baru seolah sirna oleh persepsi ini," tuturnya.

Oleh karena itu, menurutnya, tantangan tersebut menjadi dasar lahirnya program unggulan transmigrasi patriot yang menekankan distribusi sumber daya manusia unggul ke kawasan transmigrasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Selain tim ekspedisi patriot, pemerintah juga merancang beasiswa patriot jenjang S2 bagi generasi muda Indonesia yang belajar di kawasan transmigrasi, khususnya lima lokasi prioritas yang ditetapkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Lima kawasan tersebut yakni Rempang Kepulauan Riau; Mamuju, Sulawesi Barat; Merauke, Papua Selatan; Melolo Sumba Timur NTT; dan Selaparang Lombok Timur NTB yang akan dikembangkan sebagai laboratorium pendidikan dan inovasi.

Ia menuturkan para penerima beasiswa tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi juga pengabdian masyarakat, sehingga kampus lebih dekat dengan kehidupan nyata dan mampu mencetak inovasi berbasis kebutuhan kawasan transmigrasi.

Mentrans menegaskan orientasi transmigrasi ke depan bukan lagi sekadar jumlah penduduk yang dipindahkan, melainkan berapa banyak masyarakat yang benar-benar sejahtera melalui industrialisasi, hilirisasi, dan ekosistem pembangunan terpadu.

"Kita ingin mendekatkan kampus dengan laboratorium lapangannya, yakni kampus berdampak bukan menara gading. Ke depan kawasan transmigrasi akan menjadi pusat laboratorium ilmu pengetahuan dan teknologi, bahkan pusat inovasi dunia," kata Mentrans.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.