Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Modal Asing Kabur Rp16,85 Triliun dalam 3 Hari, Pasar Keuangan RI Tertekan

📅 Jumat, 05 Sep 2025, 09:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Modal Asing Kabur Rp16,85 Triliun dalam 3 Hari, Pasar Keuangan RI Tertekan Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Gedung Bank Indonesia.

JAKARTA - Capital outflow atau aliran modal asing yang keluar di tengah aksi demonstrasi dalam negeri perlu diwaspadai karena dapat memperburuk volatilitas pasar keuangan. 

Tekanan dari keluarnya dana asing tidak hanya melemahkan rupiah, tetapi juga bisa menekan likuiditas di pasar obligasi dan saham. 

Kondisi ini berpotensi menaikkan biaya pendanaan pemerintah maupun sektor swasta. 

Jika ketidakpastian politik akibat demonstrasi berlanjut, risiko persepsi negatif investor akan semakin tinggi sehingga menekan arus modal masuk dan stabilitas keuangan nasional.

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan domestik sebesar Rp16,85 triliun pada pekan pertama bulan ini yakni periode transaksi 1-3 September 2025.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (4/9), merinci bahwa jumlah tersebut terdiri dari modal asing keluar bersih di pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masing-masing sebesar Rp3,87 triliun, Rp7,69 triliun, dan Rp5,29 triliun.

Sejak awal tahun ini hingga 3 September 2025, modal asing keluar bersih di pasar saham dan SRBI masing-masing sebesar Rp51,78 triliun dan Rp106,38 triliun. Sedangkan modal asing masuk bersih di pasar SBN sebesar Rp68,02 triliun.

Premi risiko investasi (credit default swaps/CDS) Indonesia 5 tahun tercatat meningkat dari 69,52 basis poin (bps) per 29 Agustus 2025 menjadi 71,57 bps per 3 September 2025.

Nilai tukar rupiah dibuka melemah terbatas di level Rp16.430 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (4/9), dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan Rabu (3/9) yang berada di level Rp16.410 per dolar AS.

Adapun indeks dolar AS (DXY) tercatat menguat ke level 98,14 pada akhir perdagangan Rabu (3/9).

DXY merupakan indeks yang menunjukkan pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang negara utama antara lain euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.

Imbal hasil atau yield SBN 10 tahun tercatat turun di level 6,35 persen pada Kamis (4/9) pagi, dari sebelumnya 6,38 persen pada akhir perdagangan Rabu (3/9).

Sementara imbal hasil US Treasury Note 10 tahun turun ke level 4,217 persen pada akhir perdagangan Rabu (3/9).

Bank Indonesia pun terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.