Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemitraan Tebu Tubaba–SGC Bikin Mandiri, Bukan Lagi ‘Petani Singkong Galau’!

📅 Jumat, 05 Sep 2025, 14:00 WIB | Oleh:
Kemitraan Tebu Tubaba–SGC Bikin Mandiri, Bukan Lagi ‘Petani Singkong Galau’! Doc: Ist,
Ket. Bupati Tubaba, Ir. Novriwan Jaya, S.P., menghadiri sosialisasi program Kemitraan Perkebunan Tebu Tubaba-Sugar Group Companies (SGC) di Kampus Politeknik Tunas.

Tulangbawang Barat, Lampung — Momentum penting dibuka ketika Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) meluncurkan Program Kemitraan Perkebunan Tebu Tubaba–Sugar Group Companies (SGC). Acara sosialisasi di Kampus Politeknik Tunas Garuda, Kompleks Uluan Nughik, Panaraganjaya, Rabu, menghadirkan Bupati Novriwan Jaya, Wakil Bupati Nadirsyah, serta jajaran perangkat daerah, DPRD, dosen, dan kelompok tani calon mitra.

Program inisiatif ini menyasar persoalan klasik: ekonomi petani singkong yang terus terpukul akibat harga komoditas yang merosot. Bupati Novriwan Jaya menekankan pentingnya sinergi antar-pihak dalam menciptakan masa depan pertanian yang mandiri. “Kemitraan ini bukan hanya produksi tebu, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat Tubaba,” ucapnya.

Tak kalah tegas, Wakil Bupati Nadirsyah menegaskan bahwa petani harus merasakan manfaat nyata, bukan sekadar seremonial. Ia menyatakan, “Pemerintah siap mendukung penuh demi kesejahteraan masyarakat.” Komitmen serupa juga muncul dari pihak SGC, yang menjanjikan pendampingan teknis, peningkatan kapasitas produksi, dan akses pasar yang lebih luas bagi petani Tubaba.

Pendekatan ini bukan sekadar tajuk di atas kertas, melainkan bukti nyata kompromi antara pemerintah dan sektor swasta. Dengan dukungan teknis, petani tak hanya diajak menanam tapi mereka juga diberi kepastian pasar dan kualitas melalui sistem kemitraan jangka panjang.

Langkah ini sejalan dengan harapan besar untuk menjadikan sektor perkebunan tebu sebagai tulang punggung stabilitas ekonomi lokal. Lebih dari meningkatkan produktivitas, program ini juga membuka peluang kerja baru, memperkuat ketahanan pangan, dan memperkaya struktur ekonomi daerah.

Secara strategis, kemitraan ini menjadi tonggak penting bagi transformasi ekonomi kabupaten dari ketergantungan pada satu komoditas rentan menjadi sistem pertanian mandiri yang berdaya tahan. Tebu kini bukan hanya tanaman, tapi simbol masa depan yang lebih aman dan sejahtera bagi masyarakat Tubaba.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.