Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Tetapkan Dua Geng Ekuador Sebagai Kelompok Teroris

📅 Jumat, 05 Sep 2025, 19:35 WIB | Oleh: Tim Redaksi
AS Tetapkan Dua Geng Ekuador Sebagai Kelompok Teroris Doc: Ist/AP/Jacquelyn Martin
Ket. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio (kiri), saat tiba di Quito untuk bertemu dengan Presiden Ekuador, Daniel Noboa, di istana kepresidenan, Kamis, (4/9)

QUITO – Kementerian  Luar Negeri Amerika Serikat menetapkan dua kelompok kriminal Ekuador, Los Choneros dan Los Lobos, sebagai organisasi teroris asing, kata Menteri Luar Negeri Marco Rubio dalam pemberitahuan publik pada Kamis (4/9).

Terduga pemimpin Los Choneros, Jose Adolfo "Fito" Macias Villamar, telah didakwa atas tuduhan narkoba dan senjata api federal di Amerika Serikat , tempat ia saat ini ditahan. Ia mengaku tidak bersalah. Kedua geng tersebut telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat pada tahun 2024.

Amerika Serikat juga mengumumkan komitmen keamanan baru senilai hampir 20 juta dollar untuk Ekuador selama kunjungan Menteri Luar Negeri Marco Rubio ke negara Andes itu pada Kamis, saat Washington DC berupaya untuk mendukung sekutu dalam tindakan kerasnya terhadap kartel narkoba.

Komitmen tersebut mencakup lebih dari 13 juta dollar dalam pendanaan keamanan umum, ditambah 6 juta dollar untuk pesawat tanpa awak bagi Angkatan Laut Ekuador, kata Rubio.

"Ini adalah awal dari apa yang bisa kita lakukan bersama," kata Rubio dalam sambutan bersama dengan mitranya dari Ekuador, Gabriela Sommerfeld, dan mengatakan AS akan mempertimbangkan pangkalan militer di Ekuador jika diundang oleh negara tersebut.

Presiden Ekuador, Daniel Noboa, yang juga bertemu dengan Rubio, mendukung adanya basis militer AS tetapi juga membutuhkan persetujuan pemilih dalam referendum.

AS sebelumnya memiliki pangkalan di kota pesisir Manta, tetapi pergi pada tahun 2009 atas perintah presiden Ekuador saat itu.

Rubio mengatakan penunjukan geng-geng tersebut sebagai kelompok teroris akan memungkinkan AS untuk mengejar aset-aset mereka dan memfasilitasi pembagian intelijen dengan Ekuador .

"Ini membuka peluang bagi banyaknya informasi intelijen yang kini dapat kita bagikan, yang sangat berharga ketika kita mencoba berperang melawan hewan-hewan ganas ini, para teroris," kata Rubio.

Pembunuhan di negara Amerika Selatan tersebut telah meningkat meskipun Noboa berupaya memerangi kekerasan geng yang terkait dengan perdagangan narkoba. Jumlah pembunuhan meningkat 40% dalam tujuh bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.

Noboa, yang terpilih tahun ini untuk masa jabatan penuh, telah mengerahkan militer ke jalanan, dan anggota parlemen telah menyetujui reformasi yang menurut presiden akan membantu mengekang kejahatan, termasuk hukuman yang lebih berat untuk perdagangan narkoba. CNA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.