Pemilihan Ketua OSIS di Bantul Jadi Ajang Pembelajaran Demokrasi yang Jujur
Rabu, 03 Sep 2025, 12:41 WIBBANTUL â Pembelajaran demokrasi sejak dini patut diacungi jempol yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dia bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) melatih para siswa untuk menjalankan proses demokrasi melalui Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) serentak yang dilaksanakan di 151 sekolah SMP dan SMA.
"Kegiatan Pemilos dapat memberikan pengalaman sekaligus melatih siswa untuk menjalankan proses demokrasi dengan adil, jujur, profesional, langsung, dan terbuka," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Rabu. Â Menurut dia, Pemilos serentak yang diikuti semua siswa jenjang SMP dan SMA di Bantul pada Selasa (2/9) tersebut berperan sebagai laboratorium demokrasi atau miniatur pelaksanaan pemilu di lingkungan satuan pendidikan tersebut. Â
"Sebagai penerus perjuangan bangsa harus dilatih mengikuti demokrasi. Dalam Pemilos para siswa diberi pengalaman bagaimana demokrasi itu kita jalankan secara adil, jujur, profesional dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa," katanya. Bupati mengatakan melalui Pemilos siswa dapat mengenal tahapan pemilu secara langsung dan terlibat dalam seluruh rangkaian proses, mulai dari pendaftaran calon, sosialisasi visi-misi, kampanye yang sportif, hingga pemungutan dan penghitungan suara.Â
"Melalui Pemilos, siswa belajar tentang hak mereka untuk memilih dan kewajiban untuk berpartisipasi. Mereka juga diajarkan untuk membuat keputusan yang rasional, bukan berdasarkan paksaan atau bujukan semata," katanya. Sedangkan bagi siswa yang menjadi calon atau panitia, Pemilos menjadi ajang latihan kepemimpinan. Mereka belajar untuk bersaing secara sehat, menerima kekalahan dengan lapang dada, dan memastikan proses berjalan jujur dan adil.
"Partisipasi dalam Pemilos menumbuhkan kesadaran bahwa suara mereka penting. Pengalaman positif ini dapat mendorong mereka untuk menjadi pemilih yang aktif dan kritis saat mereka sudah memenuhi syarat untuk mengikuti pemilu tingkat nasional," katanya. Sementara itu Ketua KPU Bantul Joko Santosa berharap pelaksanaan Pemilos pada tahun akan datang dapat dianggarkan khusus oleh pemerintah daerah, sebagai bagian dari pembelajaran demokrasi bagi para pelajar di Kabupaten Bantul.
"Hal ini penting sebab Pemilos adalah agenda rutin dan manfaat yang diperoleh sangatlah banyak, terutama bagi para peserta didik baik jenjang SMA dan SMP sederajat," katanya. Ya, kalau sejak dini sudah diajari demokrasi tanpa uang, semoga saja itu dibawa kelak ketika menjadi politisi. Jangan seperti pilitisi zaman sekarang apa-apa harus ada uang.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Macet Parah, Jalan ke Pelabuhan Gilimanuk Capai 40 KM
-
Bantul Perkuat Koperasi Merah Putih Lewat Kebijakan dan Sistem Digital
-
Otmilti II Jakarta Musnahkan Barang Bukti Perkara, Tegaskan Hukum Militer Transparan
-
Pengelola: Kunjungan ke Kota Tua Jakarta Tembus Puluhan Ribu selama Libur Lebaran
-
Oman Kosongkan Pelabuhan Ekspor Minyak Utama dari Kapal Tanker
-
Hadapi Ancaman El Nino, Mentan Santai: Indonesia Sudah Punya Pengalaman
-
Serat Palilah Diserahkan, Warga Pedak Baru Bantul Dapat Kepastian Tinggal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.