Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polisi Tangkap Dua Penjarah Rumah Sri Mulyani di Tengah Gelombang Protes Nasional

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 15:45 WIB | Oleh:
Polisi Tangkap Dua Penjarah Rumah Sri Mulyani di Tengah Gelombang Protes Nasional Doc: Jakarta Globe
Ket. Kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani di Bintaro Jaya, Tangsel, dijarah massa pada Minggu (31/8/2025)

JAKARTA – Polisi menangkap dua pemuda yang diduga menjarah rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat kerusuhan melanda wilayah Jabodetabek.

Kedua pelaku sempat berusaha mengelabui petugas dengan mengaku hanya “menemukan” mainan anak-anak dan peralatan dapur di sekitar rumah Sri Mulyani di Bintaro lalu menyerahkannya ke patroli polisi. Namun, alibi tersebut langsung runtuh.

“Ketika mereka bilang hanya menemukan barang-barang itu, saya mulai curiga. Kami cek video penjarahan yang viral, dan ternyata benar mereka ada di tengah kerumunan,” ujar Inspektur Pertama Rahmat Gunawan dari Polsek Pondok Aren.

Bukti rekaman video memastikan keterlibatan keduanya, dan kini mereka ditahan di Polres Tangerang Selatan.

“Kami akan bertindak tegas. Apa pun alasannya, pencurian adalah tindak pidana yang akan diproses hukum,” tegas Rahmat.

Penjarahan tersebut terjadi di tengah gelombang demonstrasi nasional yang dimulai pada 25 Agustus lalu, dipicu kemarahan publik atas tunjangan perumahan Rp50 juta per bulan bagi anggota DPR. Banyak warga menilai fasilitas itu berlebihan karena hampir sepuluh kali lipat dari rata-rata gaji pokok bulanan di Jakarta.

Ketegangan makin meningkat setelah seorang pengemudi ojek daring tewas tertabrak kendaraan lapis baja polisi saat aksi di Jakarta pada 28 Agustus. Peristiwa ini memicu kemarahan luas dan membuat massa melampiaskan frustrasi pada elite politik dengan menyerang dan menjarah rumah tokoh-tokoh terkenal.

Rumah Sri Mulyani bukan satu-satunya yang menjadi sasaran. Pada akhir pekan yang sama, massa juga menyerbu kediaman sejumlah legislator, yakni Ahmad Sahroni (Bendahara Partai Nasdem) di Jakarta Utara, Nafa Urbach (Nasdem) di Tangerang Selatan, Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio (PAN) di Mega Kuningan Jakarta Pusat, serta Surya Utama atau Uya Kuya (PAN) di Jakarta Timur.

Dalam penjarahan itu, massa menggasak barang elektronik, furnitur, hingga barang-barang pribadi. Uya Kuya bahkan menyebut kucing peliharaannya turut hilang dicuri. Serangkaian serangan ini memperlihatkan bagaimana kemarahan publik berubah menjadi aksi kekerasan, intimidasi, dan serangan personal terhadap politisi.

Menanggapi peristiwa tersebut, Sri Mulyani pada Senin mengimbau masyarakat menyelesaikan perbedaan pendapat melalui jalur hukum.

“Jika publik tidak puas dan merasa hukum melanggar hak konstitusional mereka, bisa mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa perkara juga bisa dibawa ke Mahkamah Agung.

“Ini adalah sistem demokrasi beradab Indonesia. Memang belum sempurna. Tugas kita adalah memperbaiki kualitas demokrasi ini secara beradab, bukan dengan anarki, intimidasi, dan represi,” kata Sri Mulyani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
PBB Peringatkan Dampak Luas...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.