BEM SI Batal Demo di Jakarta, Aksi Mahasiswa Tetap Berlanjut di Sejumlah Daerah
📅 Selasa, 02 Sep 2025, 13:00 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh
JAKARTA — Rencana aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali menjadi sorotan. Setelah sebelumnya menunda aksi pada Senin (1/9), mahasiswa awalnya menjadwalkan demo digelar hari ini, Selasa (2/9), di Jakarta dan sejumlah daerah lain. Namun, BEM SI Kerakyatan memastikan batal turun ke jalan karena menilai kondisi Ibu Kota belum kondusif.
Aksi mahasiswa ini berfokus pada protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah, termasuk wacana kenaikan tunjangan anggota DPR yang menuai kritik publik. Tema “Indonesia (C)Emas Jilid 2” diangkat sebagai lanjutan dari aksi bertajuk “Indonesia C(E)mas” yang sebelumnya berlangsung pada 28 Juli lalu.
Koordinator Aliansi BEM SI, Muzammil Ihsan, mengonfirmasi adanya rencana aksi hari ini. Meski demikian, ia tidak merinci titik kumpul maupun lokasi utama demonstrasi, sehingga menimbulkan ketidakpastian mengenai realisasi aksi mahasiswa di Jakarta.
Beberapa titik yang sebelumnya disebut sebagai lokasi potensi unjuk rasa, di antaranya Gedung DPR/MPR RI di Jalan Gatot Subroto, Patung Kuda Arjuna Wiwaha di Jalan Medan Merdeka Barat, Balai Kota DKI Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan, serta Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Aparat kepolisian pun telah bersiaga di sejumlah lokasi tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan massa tetap turun ke jalan.
Tak hanya di Jakarta, gelombang aksi mahasiswa juga direncanakan berlangsung di beberapa daerah. Di Sumatera Utara, konsolidasi dijadwalkan pada pukul 14.00 WIB di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, sebelum aksi dimulai pukul 18.00 WIB hingga selesai di lokasi yang tidak disebutkan secara detail.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, di Bengkulu, mahasiswa berencana menggelar aksi di DPRD Provinsi Bengkulu, Padang Harapan, mulai pukul 18.00 WIB. Mereka juga diwajibkan mengenakan jas almamater masing-masing perguruan tinggi sebagai bentuk identitas gerakan.
Muzammil Ihsan mengingatkan agar mahasiswa dan masyarakat tetap menjaga kondusivitas, waspada, dan tidak terprovokasi pihak-pihak tertentu.
"Menyelamatkan Indonesia bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kita semua. Masyarakat harus tetap bersatu, tidak mudah terprovokasi," tegasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!