Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wakil Panglima TNI: Kalau Anggota Bais Tertangkap Seharusnya Tak Disebarkan

📅 Senin, 01 Sep 2025, 21:09 WIB | Oleh:
Wakil Panglima TNI: Kalau Anggota Bais Tertangkap Seharusnya Tak Disebarkan Doc: ist
Ket. Pengamanan kerusuhan

JAKARTA –Santer beredar dalam media social yang mengisukan seorang anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI ditangkap anggota Brimob. Terkait isu ini, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita merespons dengan mengatakan, seharusnya tidak membongkar identitas anggota intelijen yang tertangkap.

"Begitu ini ditangkap kemudian keluar seperti itu, harusnya yang menangkap tidak menyebarkan itu, karena kan intelijen," kata Tandyo kepada awak media di gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin, dikutip Antara. Menurut Tandyo, anggota intelijen memang bertugas untuk mencari informasi tertentu. Salah satu upaya yang lumrah dilakukan seorang intelijen adalah menyamar dan masuk ke dalam kelompok tertentu untuk mendapatkan informasi yang diincar.

"Bila ada informasi yang mencurigakan silakan konfirmasi langsung ke pihak kepolisian terdekat," ujarnya. Dalam konteks ini, Tandyo menilai seorang intelijen lumrah bergabung dengan para peserta demonstran demi mencari informasi yang diinginkan.

"Saya sampaikan ya, namanya orang memberikan informasi itu kan kita harus masuk di dalam ya, itu kita ikut mereka, kegiatan mereka," kata Tandyo. Namun, saat awak media kembali bertanya untuk memastikan yang ditangkap Polri beberapa waktu lalu adalah anggota BAIS, Tandyo enggan berkomentar.

Di tempat terpisah, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Mar Freddy Ardianzah, pun mengklarifikasi dugaan adanya anggota TNI yang menjadi provokator dan ditangkap pihak kepolisian dalam aksi demonstrasi Sabtu (30/8). Freddy menegaskan, kabar yang beredar terkait adanya anggota TNI yang diduga menjadi provokator adalah bohong dan menyesatkan.

Menurut Tandyo, peran TNI dalam proses pengamanan kerusuhan saat aksi demonstrasi akan meringankan tugas kepolisian. Dia memastikan TNI bertugas sesuai dengan mandat Presiden Prabowo Subianto, dalam hal ini mengikuti konstitusi.

Sebelumnya, viral foto di beberapa akun media sosial yang menunjukkan anggota Brimob Polri menangkap seorang pria diduga anggota Bais. Dia diduga ditangkap saat sedang bersama dengan massa menjalankan aksi demonstrasi.

Dalam foto itu, pria berpakaian sipil tersebut sedang mengangkat telepon. Dalam foto yang sama, seorang anggota Brimob terlihat menunjukkan kartu izin senjata penugasan milik pria tersebut. Dari kartu itu, tercantum keterangan “Badan Intelijen Strategis” yang menandakan asal satuan pria yang diduga anggota TNI itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

15 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.