Putin dan Modi di Tiongkok Hadiri KTT SCO 2025
📅 Minggu, 31 Agu 2025, 13:44 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: The Australian
BEIJING - Presiden Xi Jinping mengumpulkan pemimpin Russia dan India dan 20 negara Eurasia pada hari Minggu (31/8) untuk menghadiri pertemuan puncak Shanghai Cooperation Organization (SCO) di Tianjin.
Keamanan diperketat di kota pelabuhan utara Tianjin, tempat pertemuan puncak SCO diadakan hingga Senin (1/9), beberapa hari sebelum parade militer besar-besaran digelar di ibu kota Beijing untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II.
SCO terdiri dari Tiongkok, India, Russia, Pakistan, Iran, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Uzbekistan, dan Belarus -- dan 16 negara lagi yang berafiliasi sebagai pengamat atau "mitra dialog".
Presiden Russia Vladimir Putin mendarat di Tianjin pada hari Minggu bersama rombongan politisi senior dan perwakilan bisnis.
Sementara itu, Xi mengadakan serangkaian pertemuan bilateral dengan para pemimpin dari Maladewa, Azerbaijan, Kyrgyzstan, dan salah satu sekutu setia Putin, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, kantor berita Xinhua melaporkan.
Pengaruh Proyek
Tiongkok dan Russia terkadang menyebut SCO sebagai alternatif aliansi militer NATO. KTT tahun ini adalah yang pertama sejak Presiden AS Donald Trump kembali ke Gedung Putih.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam wawancara yang dipublikasikan oleh Xinhua pada hari Sabtu, Putin mengatakan bahwa KTT tersebut akan "memperkuat kapasitas SCO untuk menanggapi tantangan dan ancaman kontemporer, serta mengonsolidasikan solidaritas di seluruh kawasan Eurasia".
"Semua ini akan membantu membentuk tatanan dunia multipolar yang lebih adil," kata Putin.
Karena klaim Tiongkok atas Taiwan dan invasi Russia ke Ukraina telah membuat keduanya berselisih dengan Amerika Serikat dan Eropa, para ahli mengatakan Beijing dan Moskow ingin sekali menggunakan platform seperti SCO untuk mendapatkan dukungan.
"Tiongkok telah lama berupaya menampilkan SCO sebagai blok kekuatan non-Barat yang mempromosikan jenis hubungan internasional baru, yang, menurut klaimnya, lebih demokratis," kata Dylan Loh, asisten profesor di Universitas Teknologi Nanyang Singapura.
Lebih dari 20 pemimpin termasuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghadiri pertemuan terbesar blok tersebut sejak didirikan pada tahun 2001.
"Partisipasi berskala besar ini menunjukkan semakin besarnya pengaruh Tiongkok dan daya tarik SCO sebagai platform bagi negara-negara non-Barat," tambah Loh.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!