Hasil Sensus Ekonomi BPS: Perdagangan Dominasi Kekuatan Ekonomi Penajam Paser Utara.
📅 Sabtu, 27 Jun 2026, 19:55 WIB | Oleh: Yebdi TrismarBadan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyebut sektor perdagangan sebagai salah satu kekuatan ekonomi di Kabupaten Penajam Paser Utara hasil berdasarkan hasil Sensus Ekonomi pada 2016.
"Tahun ini dilakukan kembali sensus ekonomi, untuk wilayah Kaltim diterjunkan 3.000 petugas pencacah," ujar Kepala BPS Provinsi Kaltim Mas'ud Rifai, Sabtu.
Di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara disebar 191 petugas pencacah untuk melakukan pendataan untuk Sensus Ekonomi 2026.
"Saat ini pendataan terbaru sedang terus berjalan," tambahnya.
Masyarakat dan pelaku usaha diimbau menerima petugas sensus, serta memberikan data yang benar karena seluruh informasi yang dikumpulkan dijamin kerahasiaan sesuai ketentuan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hasil sensus tersebut tidak hanya mencatat jumlah pelaku usaha, tetapi juga menghitung penyerapan tenaga kerja di masing-masing sektor, jelas dia, sehingga dapat terlihat usaha yang paling berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
Melalui pendataan yang dilakukan petugas pencacah diharapkan bisa diperoleh gambaran utuh mengenai sektor unggulan, pola pertumbuhan hingga titik lemah ekonomi daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan.
"Seluruh skala unit usaha atau perusahaan didata pada sensus ekonomi, kecuali sektor pertanian," katanya.
Hasil Sensus Ekonomi 2016 menunjukkan sektor perdagangan menjadi salah satu kekuatan ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara, tercatat sekitar 19 ribu unit usaha berhasil didata atau tumbuh sekitar 75 persen dibandingkan hasil pendataan tahun 2006, demikian Mas'ud Rifai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!