Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenag RI Perkuat Peran Madrasah sebagai Motor Pendidikan di Asia Tenggara

📅 Jumat, 29 Agu 2025, 14:30 WIB | Oleh:
Kemenag RI Perkuat Peran Madrasah sebagai Motor Pendidikan di Asia Tenggara Doc: antara foto
Ket. Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Arskal Salim di Jakarta, Jumat (29/8).

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) RI terus memperkuat peran madrasah sebagai motor pendidikan Islam di Asia Tenggara lewat penyelenggaraan forum Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) 2025.

"Forum MABIMS bukan acara seremonial, tetapi ruang strategis untuk menyatukan langkah. Madrasah harus tetap menjadi benteng nilai sekaligus pusat lahirnya inovasi," ujar Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Arskal Salim di Jakarta, Jumat (29/8).

Pernyataan Arskal ini disampaikan dalam Knowledge Sharing Best Practice Madrasah MABIMS yang digelar Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (​​​​​​KSKK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam (Pendis) di Serpong, Tangerang Selatan.

Empat negara anggota MABIMS berkumpul dalam forum ini untuk berbagi praktik baik sekaligus merumuskan strategi bersama menghadapi tantangan pendidikan global.

Dalam forum tersebut, Arskal mengatakan madrasah bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan bagian dari perjalanan panjang bangsa.

Menurutnya, transformasi madrasah kini bergerak makin progresif dengan pemanfaatan teknologi, kurikulum adaptif, hingga jejaring kerja sama lintas negara.

"Dari dinding kayu hingga layar digital interaktif, madrasah selalu menemukan cara untuk relevan dengan zamannya," ujarnya.

Agenda MABIMS 2025 juga diposisikan sejalan dengan program prioritas Menteri Agama RI 2025–2029. Ada tiga pilar yang kini menjadi arah besar pembaruan madrasah.

Pertama, ekoteologi yang mengintegrasikan kesadaran ekologis dengan nilai Islam dalam tata kelola pendidikan agar madrasah melahirkan generasi peduli bumi.

Kedua, cinta kemanusiaan yang berarti menumbuhkan empati, solidaritas, dan harmoni sosial lintas perbedaan.

Ketiga, madrasah unggul terintegrasi, yakni mengokohkan mutu pendidikan berbasis teknologi, karakter, dan tata kelola modern yang menyatu dari perencanaan hingga implementasi.

Arskal menegaskan ketiga pilar ini menjadi fondasi agar madrasah tak hanya menjaga tradisi keislaman moderat, tetapi juga tampil sebagai pusat inovasi yang siap bersaing di kancah global.

"Madrasah harus menjadi laboratorium masa depan, ramah lingkungan, humanis, unggul, dan terhubung dengan dunia," kata dia.

Delegasi Brunei Darussalam Hj Ernie Yusnani binti Hj Md Noor dari Jabatan Pengajian Islam KHEU, turut mengapresiasi penyelenggaraan forum ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Jakarta International Photo...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.