Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Surabaya Pecahkan Rekor MURI Lewat Penyuluhan TBC Serentak di 1.361 RW

📅 Kamis, 28 Agu 2025, 21:20 WIB | Oleh:
Surabaya Pecahkan Rekor MURI Lewat Penyuluhan TBC Serentak di 1.361 RW Doc: ANTARA/HO-Pemkot Surabaya
Ket. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di sela kegiatan penyuluhan TBC di kota setempat.

SURABAYA - Pemerintah Kota (pemkoot) Surabaya mencatat sejarah baru dengan meraih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) lewat kegiatan penyuluhan Tuberkulosis (TBC) serentak di 1.361 RW. Kegiatan bertajuk “Merdeka TBC” ini melibatkan lebih dari 27 ribu kader kesehatan dan menjadi langkah besar menuju target Surabaya bebas TBC pada 2030.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan kegiatan yang berpusat di Balai RW 3 Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan ini bertujuan untuk mempercepat penanggulangan TBC dan mewujudkan Surabaya bebas TBC pada tahun 2030.

"Indonesia masih menjadi negara nomor dua dengan penderita TBC terbanyak, karena itulah kami tidak bisa menyelesaikannya sendiri melainkan harus ada sinergi dan kerja sama," katanya.

Ia mengatakan rekor MURI yang diterima adalah wujud bahwa Kota Pahlawan tidak bisa dibangun seorang diri tetapi bersama-sama melalui kolaborasi.

"Rekor MURI hari ini menunjukkan bahwa Kota Surabaya tidak dibangun oleh satu orang, tetapi Surabaya bergerak maju bersama seluruh warganya. Surabaya dimiliki oleh warganya karena yang melakukan sosialisasi adalah dari warga untuk warga," katanya.

Ia berpesan kepada seluruh warga Kota Surabaya untuk tidak menghakimi penderita TBC, tapi harus diingatkan dan diarahkan untuk melakukan pengobatan.

"Jika ada yang batuk, sarankan pakai masker dan periksa ke Puskesmas. Dengan sinergi dan empati, Kami optimis dapat menekan angka TBC dan mencapai target eliminasi pada tahun 2030," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina menambahkan bahwa kegiatan penyuluhan TBC ini melibatkan 27.000 kader kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah, dengan masing-masing kader bertanggung jawab atas 20 rumah.

Partisipasi aktif ini sejalan dengan konsep "Kampung Pancasila" yang diusung oleh Wali Kota Eri Cahyadi, di mana setiap warga memiliki rasa cinta dan tanggung jawab untuk menjaga kampungnya.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyebarkan informasi pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan TBC, serta menghilangkan stigma negatif terhadap penderita. Kami ingin memastikan TBC tidak lagi menjadi penyakit yang menakutkan," ucapnya.

Senior Manajer MURI Andre Purwandono mengatakan rekor ini diberikan atas dasar jumlah lokasi penyuluhan terbanyak di tingkat RW yang belum pernah tercatat sebelumnya di Indonesia. Ini menunjukkan komitmen kuat Pemkot Surabaya dan warganya dalam membangun kesadaran bersama.

“Jadi ini merupakan salah satu kegiatan yang masuk ke dalam kategori MURI yaitu bersifat superlatif segala sesuatu yang dapat dihitung. Yang menjadi penilaian dari MURI ini adalah banyaknya RW yang melakukan penyuluhan TBC dan baru pertama kali di Indonesia," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.