Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Panen Gadu 2025 Diprediksi Naik 11 Persen

📅 Kamis, 28 Agu 2025, 23:28 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Panen Gadu 2025 Diprediksi Naik 11 Persen Doc: Kementan
Ket. Produksi padi pada musim tanam gadu tahun ini diproyeksikan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya

JAKARTA — Produksi padi pada musim tanam gadu tahun ini diproyeksikan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Optimisme ini tidak hanya didasarkan pada pengamatan lapangan, tetapi juga diperkuat oleh proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) terkait potensi panen pada periode Juli–September 2025.

BPS mencatat, luas panen padi pada Juli–September 2025 diperkirakan mencapai 3,07 juta hektare, naik 11,33 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dengan luas panen tersebut, potensi produksi Gabah Kering Giling (GKG) diproyeksikan mencapai 15,76 juta ton, atau meningkat sekitar 1,59 juta ton dibandingkan 2024.

Sejalan dengan itu, produksi beras konsumsi pada Juli–September 2025 diprediksi sebesar 9,08 juta ton, tumbuh 11,17 persen dari tahun lalu yang hanya sekitar 8,17 juta ton. Secara kumulatif, total produksi beras sepanjang Januari–September 2025 diperkirakan mencapai 28,24 juta ton, lebih tinggi 13,53 persen dibanding capaian periode yang sama pada 2024.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Yudi Sastro, mengatakan peningkatan produksi gadu tahun ini tidak lepas dari kesiapan petani dalam mengelola pola tanam, serta dukungan sarana produksi dari pemerintah.

“Panen gadu tahun ini menjadi momentum positif, karena selain menjaga pasokan beras nasional, juga memberi tambahan pendapatan bagi petani dengan ditetapkannya HPP gabah baru Rp6.500,” ujarnya.

Musim tanam gadu, yang berlangsung antara Mei hingga Agustus, memang memiliki peran penting dalam menjaga target produksi beras nasional. Ketersediaan air irigasi yang lebih stabil serta pemanfaatan benih unggul turut mendorong produktivitas lebih tinggi.

Kementan terus mendorong peningkatan produksi padi melalui berbagai langkah, antara lain peningkatan indeks pertanaman, perluasan areal tanam, optimasi lahan, hingga cetak sawah baru. Dari sisi input produksi, dukungan diberikan melalui penggunaan benih unggul bermutu, pemupukan berimbang, irigasi pertanian, mekanisasi prapanen dan pascapanen, serta perlindungan tanaman dari hama dan dampak perubahan iklim.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, keberhasilan target Luas Tambah Tanam (LTT) padi menjadi acuan porsi bantuan pemerintah tahun 2025, baik berupa benih, alsintan, maupun pupuk. Hal ini diharapkan dapat memacu Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk meningkatkan LTT padi, sehingga target tanam padi setiap bulannya bisa tercapai,” tambah Yudi.

Di sejumlah daerah sentra produksi, petani sudah mulai merasakan hasil panen yang lebih baik. Sutrisno, petani asal Klaten, Jawa Tengah, mengaku hasil panennya tahun ini lebih melimpah.

“Alhamdulillah, panen kali ini lebih banyak. Cuaca sempat menantang, tapi hasilnya lebih bagus dari tahun lalu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Hadianto, petani di Kabupaten Purwakarta, yang tengah panen dengan menggunakan mesin bantuan Kementan.

Mesin panen ini sangat membantu memangkas ongkos produksi,” katanya.

Sementara itu, Budino, petani asal Jombang, Jawa Timur, juga menikmati hasil memuaskan dari panen kali ini.

“Sawah saya yang sebelumnya sering terserang hama kini lebih terkendali. Produksinya meningkat dan harga gabah pun menguntungkan, tidak ada yang di bawah HPP,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.