Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perlu Sinergisitas untuk Memantau Seluruh Gunung Api yang Aktif

📅 Rabu, 27 Agu 2025, 22:35 WIB | Oleh:
Perlu Sinergisitas untuk Memantau Seluruh Gunung Api yang Aktif Doc: Antara

Mataram - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyerukan perlunya sinergisitas nasional untuk memantau aktivitas 127 gunung api aktif di Indonesia, agar bisa meminimalisasi dampak erupsi yang terjadi secara tiba-tiba.

Kepala PVMBG Priatin Hadi Wijaya dalam pernyataan di Mataram Nusa Tenggara Barat Rabu mengatakan, pihaknya hanya memantau 69 gunung api akibat keterbatasan sarana pemantauan, sedangkan sisanya sebanyak 58 gunung api belum memiliki sistem pemantauan secara permanen.

"Sinergi antar instansi mutlak dilakukan agar keterbatasan alat tidak menjadi hambatan bagi keselamatan masyarakat di sekitar gunung api," ujarnya.

Hadi mengungkapkan bahwa sejarah erupsi gunung api pernah merenggut ratusan ribu jiwa, seperti letusan Gunung Tambora tahun 1815 dan Gunung Samalas tahun 1257 di Nusa Tenggara Barat, serta Gunung Krakatau tahun 1883 di Lampung yang menimbulkan dampak global.

Data PVMBG mencatat, sejak tahun 1980 jumlah korban jiwa akibat letusan gunung api berkurang signifikan karena sistem pemantauan dan mitigasi, namun risiko tetap tinggi tanpa pengawasan merata.

Kondisi geografis Indonesia yang dikelilingi cincin api Pasifik menjadikan pemantauan seluruh gunung api aktif sebagai prioritas nasional dalam upaya mitigasi bencana geologi.

Hadi menilai kolaborasi dengan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta lembaga internasional diperlukan untuk memperluas pemasangan alat pemantauan gunung api.

Selain seismograf dan kamera visual, pemantauan gunung api membutuhkan peralatan deformasi dan sensor gas vulkanik untuk mendeteksi perubahan aktivitas magmatik di dalam tubuh gunung.

"Ketidaktersediaan data real-time dari gunung api tanpa pemantauan dapat menunda peringatan dini dan meningkatkan risiko korban jiwa dalam skala besar," kata Hadi.

Lebih lanjut dia meminta masyarakat di sekitar gunung api untuk selalu meningkatkan kesadaran mitigasi, karena keberadaan sistem pemantauan harus diimbangi kesiapan evakuasi dan kepatuhan terhadap rekomendasi.

Hadi menggarisbawahi perlunya rencana jangka panjang berupa integrasi anggaran, riset, dan teknologi agar Indonesia mampu memantau seluruh gunung api aktif secara menyeluruh.

Sinergi nasional dapat menjadi kunci menekan risiko bencana vulkanik sekaligus menjaga keselamatan jutaan penduduk yang tinggal pada kawasan rawan letusan gunung api di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.