Xi Jinping Gelar KTT SCO di Tianjin, Modi dan Putin Hadir di Tengah Dinamika Global Selatan
📅 Selasa, 26 Agu 2025, 19:00 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Reuters
JAKARTA - Presiden China Xi Jinping akan menggelar KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin pada 31 Agustus hingga 1 September 2025. Forum ini akan dihadiri lebih dari 20 pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, sebagai bagian dari unjuk solidaritas Global Selatan di tengah dinamika geopolitik era Donald Trump.
Selain Rusia, pemimpin dari Asia Tengah, Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Asia Tenggara juga dipastikan hadir. Pertemuan ini memberi ruang bagi Rusia yang terkena sanksi untuk kembali melakukan manuver diplomatik di panggung internasional.
KTT SCO tahun ini akan menandai kunjungan pertama Perdana Menteri India Narendra Modi ke Tiongkok dalam tujuh tahun terakhir. Kehadiran Modi diharapkan menjadi momentum meredakan ketegangan perbatasan setelah bentrokan berdarah pada 2020.
Sebelumnya, Modi terakhir kali berada dalam forum bersama Xi Jinping dan Putin saat KTT BRICS di Kazan, Rusia, tahun lalu. Meski begitu, saat itu pemimpin Barat menghindari Putin karena perang yang masih berlangsung di Ukraina.
Pihak kedutaan Rusia di New Delhi mengungkapkan harapan Moskow untuk segera menggelar perundingan trilateral dengan China dan India. Dorongan ini muncul seiring meningkatnya pentingnya hubungan strategis antara ketiga negara tersebut di tengah tekanan global.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Xi ingin memanfaatkan pertemuan puncak ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan seperti apa tatanan internasional pasca-Amerika dan bahwa semua upaya Gedung Putih sejak Januari untuk melawan Tiongkok, Iran, Rusia, dan kini India belum membuahkan hasil yang diinginkan,” kata Eric Olander, pemimpin redaksi The China-Global South Project.
“Lihat saja seberapa besar BRICS telah mengguncang (Presiden AS) Donald Trump, dan memang itulah tujuan kelompok-kelompok ini,” tambahnya.
Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebut KTT SCO 2025 sebagai yang terbesar sejak blok itu didirikan pada 2001. Ia menggambarkan organisasi ini sebagai “kekuatan penting dalam membangun hubungan internasional jenis baru.”
Sebaiknya Anda baca juga:
SCO awalnya hanya terdiri dari enam negara Eurasia dengan fokus pada isu keamanan. Kini, blok tersebut memiliki 10 anggota tetap serta 16 negara pengamat dan mitra dialog, dengan cakupan kerja sama meluas ke ekonomi, perdagangan, hingga militer.
Namun, para analis menilai pencapaian konkret SCO masih terbatas meski daya tariknya semakin besar. China dianggap menjadikan SCO sebagai simbol solidaritas Global Selatan untuk menghadapi kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang tidak menentu.
“Visi pasti yang diwakili oleh SCO dan implementasi praktisnya masih agak kabur. SCO adalah platform yang memiliki daya kumpul yang semakin besar, yang membantu dalam proyeksi naratif,” ujar Manoj Kewalramani, peneliti dari Takshashila Institution di Bangalore.
Ia menambahkan, efektivitas SCO dalam menangani persoalan keamanan nyata masih minim. Hal ini terlihat dari perpecahan internal, terutama antara India dan Pakistan, yang kerap membawa isu bilateral ke dalam forum.
Pertemuan para menteri pertahanan SCO pada Juni lalu gagal menghasilkan pernyataan bersama. India keberatan karena blok tersebut tidak menyinggung serangan mematikan pada turis Hindu di Kashmir pada 22 April yang memicu bentrokan terburuk India-Pakistan dalam beberapa dekade.
India juga menolak bergabung dalam pernyataan kecaman SCO terhadap Israel atas serangan ke Iran pada awal Juni. Sikap ini mencerminkan kompleksitas hubungan internal di dalam organisasi yang semakin luas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!