Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

264 Warga Tak Mampu Terbantu Program Tebus Ijazah 2025 dari Baznas-Bazis Jaktim

📅 Selasa, 26 Agu 2025, 19:23 WIB | Oleh:
264 Warga Tak Mampu Terbantu Program Tebus Ijazah 2025 dari Baznas-Bazis Jaktim Doc: ANTARA/Pemerintah Kota Jakarta Timur
Ket. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Badan Amil Zakat Infaq Sedekah (Bazis) Jakarta Timur membantu penebusan sebanyak 100 ijazah siswa di Jakarta Timur, Senin (30/6).

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional-Badan Amil Zakat, Infak dan Sedekah (Baznas-Bazis) Jakarta Timur telah menebus ijazah milik 264 warga kategori tidak mampu melalui Program Tebus Ijazah tahun 2025.

"Hingga Agustus, tercatat sebanyak 264 warga kategori tidak mampu telah merasakan manfaat program tersebut yang dilaksanakan dalam empat tahap," kata Staf Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas-Bazis Jakarta Timur, Anas Abi Hanzah di Jakarta Timur, Selasa (26/8).

Anas menjelaskan, empat tahap penebusan ijazah tersebut dimulai dari April lalu dengan 20 orang, lalu tahap kedua 33 orang pada Mei. Selanjutnya 55 orang pada Juni dan tahap keempat sebanyak 155 orang sepanjang Juli-Agustus.

Program ini merupakan salah satu kegiatan unggulan dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

"Program Tebus Ijazah dari Baznas-Bazis, yaitu bantuan pendidikan pengambilan ijazah yang tertunda. "Ini untuk membantu warga yang tidak mampu punya tunggakan biaya sekolah, sehingga ijazah tertahan jadi kami bantu untuk pelunasan dan penebusan ijazahnya," katanya.

Anas menyebutkan, dari tahap pertama dan keempat total bantuan sudah mencapai Rp1,08 miliar.

Anas berharap bantuan tebus ijazah ini dapat mempermudah warga mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan.

"Diharapkan dari bantuan ini tebus ijazah ini mereka langsung bisa melamar kerja sehingga bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga agar lebih sejahtera atau jika ada rezeki bisa melanjutkan lagi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi," katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan, jumlah ijazah yang tertahan di sekolah-sekolah mencapai belasan ribu dan ini yang menjadi alasan bagi Dinas Pendidikan DKI Jakarta menjalankan program pemutihan ijazah.

Belasan ribu ijazah warga DKI Jakarta yang masih ditahan pihak sekolah karena pemiliknya tidak sanggup untuk menebus.

Pada tahap pertama, Pemprov DKI sudah telah menebus ijazah tertahan sebanyak 117 orang lulusan dengan total nilai mencapai Rp596.422.200. Penebusan ijazah ini terlaksana berkat kerja sama dengan Baznas-Bazis DKI Jakarta.

Adapun syarat pengajuan pengambilan ijazah tertunda, yakni memiliki KTP DKI Jakarta, berdomisili di DKI Jakarta, lulusan satuan pendidikan swasta di DKI Jakarta dan melampirkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).

Kemudian, berasal dari keluarga tidak mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau menyerahkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) kelurahan, dan tidak bekerja formal.

Bagi peserta didik penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus melampirkan surat keterangan dari kepala sekolah yang menerangkan dana KJP Plus untuk alokasi bantuan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sudah didebit oleh satuan pendidikan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.