Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Samuel Wattimena Minta KEK Gali Lokalitas Daerah untuk Tingkatkan Nilai Jual

📅 Minggu, 24 Agu 2025, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Samuel Wattimena Minta KEK Gali Lokalitas Daerah untuk Tingkatkan Nilai Jual Doc: Antara
Ket. Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena saat meninjau stan di ajang "Jateng Crea6ve Fes6val/Forum ke 3", di Semarang, Sabtu (23/8).

Semarang - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Samuel Wattimena meminta Komite Ekonomi Kreatif (KEK) di tingkat kabupaten/kota di Jawa Tengah menggali seluruh potensi dan keunikan lokal masing-masing.

"Perbanyak wawasan potensi yang ada di Jawa Tengah. Kemudian, potensi yang banyak itu kalau sudah terdata, tolong dicek and ricek kapasitas mereka," katanya, saat "Jateng Crea6ve Fes6val/Forum ke 3", di Semarang, Sabtu (23/8) malam.

Menurut dia, setiap potensi lokal di daerah tentu memiliki alur cerita atau historisitas tersendiri yang tidak boleh dilupakan sehingga harus disertakan dalam setiap produk atau karya yang dihasilkan.

"Jadi, produk yang sifatnya kayak tas, kayak batik, kayak gantungan kunci dan lain-lain, ini juga harus punya alur cerita sehingga ada konsep yang dirasakan," katanya.

Karena itu, ia mengharapkan KEK yang sudah terbentuk di 28 kabupaten/kota di Jateng untuk bisa menggali dan menemukan potensi lokal yang unik dan menarik di masing-masing daerahnya untuk ditampilkan.

"Nah, ini yang saya harapkan dari teman-teman KEK untuk bisa menggali lebih lagi dari setiap daerah yang akan mereka presentasikan," katanya.

Jika upaya tersebut berjalan baik, ia membayangkan Jateng akan memiliki setidaknya 35 representasi seni atau produk mencakup 17 sektor ekonomi kreatif yang berasal dari seluruh kabupaten/kota.

Namun, diingatkannya bahwa setiap daerah harus memiliki gagasannya sendiri terkait potensi lokal dan jangan hanya meniru apa yang selama ini sudah banyak diminati.

"Setiap daerah tuh punya gagasan-gagasan yang berbeda. Jadi, tidak meng-'copy' sesuatu yang diminati tinggi. Karena sesuatu yang diminati tinggi pada suatu saat akan ada siklus turunnya," kata sosok yang dikenal sebagai desainer itu.

Samuel berharap 28 KEK kabupaten/kota yang ada di Jateng sementara ini dengan kesolidannya bisa mengawali langkah tersebut untuk membina pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif di Kementerian Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi mengapresiasi geliat ekonomi kreatif di Jateng, baik komunitas, pelaku ekonomi kreatif, hingga "creative trainer".

"Kami apresiatif karena Jawa Tengah ini provinsi satu-satunya yang memiliki Komite Ekonomi Kreatif (KEK) terbanyak. Jadi, dari 35 kabupaten/kota yang ada di Jateng itu sudah ada 28 kabupaten/kota yang memiliki KEK," katanya.

Artinya, kata dia, geliat perkembangan kegiatan ekonomi kreatif di Jateng sudah sangat kuat secara komunitas dengan keberadaan KEK setidaknya di 28 kabupaten/kota.

"Tinggal ini terus di-'support' oleh pemerintah, baik di daerah maupun di pusat untuk terus meningkat ekosistemnya. Jadi, mereka semakin bisa makin besar dan naik kelas," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.