Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perluas Akses ke Layanan MRI, Siemens Healthineers Luncurkan Teknologi Bebas Helium

📅 Minggu, 24 Agu 2025, 16:50 WIB | Oleh:
Perluas Akses ke Layanan MRI, Siemens Healthineers Luncurkan Teknologi Bebas Helium Doc: Siemens
Ket. President Director Siemens Healthineers Indonesia. Alfred Fahringer., dalam peluncuran Magnetom Flow, di Jakarta pada hari Jumat (22/8).

JAKARTA - Kelangkaan helium dan meningkatnya biaya operasional yang semakin menjadi tantangan dalam pengoperasian Magnetic Resonance Imaging (MRI) di seluruh dunia. Dengan alasan ini Siemens Healthineers mengumumkan peluncuran platform Magnetom Flow di Indonesia.

Magnetom Flow, sebuah terobosan terbaru dalam dalam teknologi Magnetic Resonance Imaging (MRI). Platform ini dirancang untuk membuka akses yang lebih luas, menghadirkan penggunaan berkelanjutan, serta meningkatkan kinerja, platform ini menandai tonggak penting dalam menghadirkan transformasi MRI bagi penyedia layanan kesehatan maupun pasien di seluruh Indonesia.

Keunggulan dari platform tersebut berdesain bebas helium pada 1,5 tritium (T) dengan teknologi DryCool. Hal ini meminimalkan penggunaan helium hingga hanya 0,7 liter, serta tidak perlu dilakukan pengisian ulang maupun quench pipe (pipa yang dipasang pada sistem MRI untuk membuang gas helium cair mendidih secara mendadak).

Inovasi ini tidak hanya menjawab isu keberlanjutan yang krusial, tetapi juga memberdayakan rumah sakit dan pusat pencitraan untuk menghadirkan layanan diagnostik yang andal dan berkualitas tinggi secara lebih luas.

Dalam acara launching, dua pembicara hari ini menekankan bagaimana inovasi ini menjawab kebutuhan mendesak sektor kesehatan di Indonesia. Membuka diskusi, dr. Yonathan William, Sp.Rad menyoroti kerentanan sistem MRI di Indonesia yang masih bergantung pada pengisian ulang helium.

"Di Indonesia, permintaan pemeriksaan dengan MRI terus meningkat, namun rumah sakit menghadapi risiko besar akibat ketergantungan pada pengisian ulang helium. Tantangan pasokan global membuat kondisi ini tidak hanya mahal, tetapi juga tidak dapat diprediksi secara operasional,” paparnya melalui keterangannya pada hari Jumat (22/8).

Ia menambahkan, dengan hadirnya platform yang bebas helium, hambatan terbesar dalam kepemilikan MRI berkelanjutan di tanah air dapat langsung diatasi. Baginya hal ini merupakan terobosan penting yang memastikan pasien tetap memperoleh akses tanpa batas terhadap layanan diagnostik yang menyelamatkan nyawa mereka.

Melanjutkan perspektif tersebut, diskusi kemudian berkembang dari aspek keberlanjutan menuju isu keterjangkauan akses. Dokter spesialis saraf, dr. Fritz Sumantri Usman, Sp.N, SubSp. NIIOO(K), FINS, FINA menekankan bahwa meskipun kemandirian dari helium sangat penting, tantangan yang lebih besar bagi Indonesia adalah memperluas kapasitas dan keahlian dalam bidang MRI.

"Indonesia sangat membutuhkan lebih banyak sistem MRI untuk memenuhi permintaan pasien yang terus meningkat, namun teknologi saja tidaklah cukup. Radiolog dan teknisi terampil merupakan akar dari hasil diagnostik yang akurat,” ungkapnya.

MRI ini Istimewa bukan hanya karena kemampuan pencitraannya yang canggih, tetapi juga karena kemudahan penggunaannya, yang memungkinkan para profesional mengoptimalkan alur kerja dan memberikan hasil yang lebih cepat serta lebih tepat.

“Inovasi seperti inilah yang akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat infrastruktur esehatan kita," ucapnya.

Dengan memadukan rekayasa teknologi terkini, kecerdasan buatan, serta desain yang berfokus pada pengguna, Siemens Healthineers menegaskan kembali komitmennya untuk memajukan precision medicine di Indonesia.

Platform Magnetom low memastikan penyedia layanan kesehatan dapat memperluas akses pasien terhadap pencitraan berkualitas, menekan risiko operasional, serta mempersiapkan layanan pencitraan mereka agar tetap relevan dan tangguh di tengah kebutuhan yang semakin meningkat.

“Dengan Magnetom Flow, kami tidak sekadar memperkenalkan sistem MRI baru namun juga memperkenalkan sebuah platform yang mendefinisikan ulang aksesibilitas, keberlanjutan, serta kepastian dalam hasil diagnostik bagi pasien di Indonesia,” kata President Director Siemens Healthineers Indonesia. Alfred Fahringer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.