Korea Utara Kembali Uji Coba Dua Rudal Pertahanan Udara Baru
📅 Minggu, 24 Agu 2025, 10:09 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Yonhap
SEOUL - Korea Utara kembali melakukan uji coba penembakan dua rudal pertahanan udara baru, kata media pemerintah Minggu (24/8), setelah Pyongyang menuduh Seoul mengobarkan ketegangan di perbatasan. Pemimpin Kim Jong Un mengawasi uji coba tersebut.
Uji coba penembakan yang dilakukan pada hari Sabtu menunjukkan dua sistem senjata rudal yang "ditingkatkan" tersebut memiliki "kemampuan tempur yang unggul", demikian dilaporkan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
Laporan KCNA tidak menjelaskan rudal-rudal baru tersebut secara rinci, hanya menyatakan bahwa "operasi dan mode reaksinya didasarkan pada teknologi yang unik dan khusus". Laporan tersebut juga tidak merinci lokasi uji coba.
"Penembakan tersebut khususnya membuktikan bahwa fitur teknologi kedua jenis proyektil tersebut sangat cocok untuk menghancurkan berbagai target udara," kata KCNA.
Foto-foto yang dirilis KCNA menunjukkan rudal pertahanan udara terbang tinggi ke angkasa dan kilatan yang diduga sebagai intersepsi proyektil yang masuk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kim terlihat tengah mendengarkan pengarahan dari seorang pejabat militer, sepasang teropong diletakkan di sampingnya di mejanya.
Pemimpin Korea Utara secara terpisah mengomunikasikan "tugas penting" yang harus dilaksanakan oleh sektor sains pertahanan sebelum pertemuan penting partai, tambah laporan itu.
Militer Korea Selatan mengatakan telah melepaskan tembakan peringatan ke beberapa tentara Korea Utara yang melintasi perbatasan yang dijaga ketat yang memisahkan kedua negara pada awal minggu ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Komando PBB menyebutkan jumlah tentara Korea Utara yang melintasi perbatasan pada hari Selasa berjumlah 30, kantor berita Yonhap melaporkan pada hari Minggu.
Media pemerintah Pyongyang mengutip Letnan Jenderal Angkatan Darat Ko Jong Chol yang mengatakan insiden itu merupakan "provokasi yang direncanakan dan disengaja".
"Ini merupakan awal yang sangat serius yang mau tidak mau akan membawa situasi di wilayah perbatasan selatan, tempat sejumlah besar pasukan ditempatkan dalam konfrontasi satu sama lain, ke fase tak terkendali," kata Ko.
Pelajaran Ukraina
Para analis mengatakan Pyongyang tampaknya mempercepat pengembangan rudal pertahanan udara yang ditujukan untuk melawan pesawat tak berawak, mengutip laporan KCNA yang secara khusus menyebutkan "pesawat tak berawak dan rudal jelajah".
"Korea Utara sedang memperkuat rudal pertahanan udaranya terhadap pesawat nirawak terbang rendah dan rudal jelajah," kata Hong Min, analis senior di Institut Unifikasi Nasional Korea.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!