Rammang-Rammang Disiapkan Jadi Magnet Baru Sulsel: Dari Geopark Lokal Menuju Destinasi Regional ASEAN
📅 Sabtu, 23 Agu 2025, 22:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara.
MAROS - Langkah Kementerian Pariwisata menggandeng delegasi Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina dalam kerangka BIMP-EAGA untuk menjajaki potensi wisata kawasan Karst dan Geopark Rammang-Rammang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memiliki arti strategis dalam mendorong diplomasi pariwisata sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring kerja sama subkawasan.
Rammang-Rammang, yang dikenal sebagai salah satu kawasan karst terbesar di dunia, menyimpan daya tarik geologi, ekologi, dan budaya yang unik sehingga berpotensi menjadi destinasi unggulan kelas dunia.
Secara analitis, inisiatif ini mencerminkan dua kepentingan utama. Pertama, ekonomi dan pariwisata: pengembangan geopark berbasis masyarakat dapat meningkatkan pendapatan lokal, memperluas lapangan kerja, dan mendongkrak citra Indonesia di kancah internasional.
Kolaborasi dengan BIMP-EAGA membuka peluang konektivitas wisata lintas negara, paket destinasi terpadu, serta promosi bersama di pasar global.
Kedua, lingkungan dan keberlanjutan: kawasan karst merupakan ekosistem rapuh yang rentan terhadap kerusakan akibat eksploitasi tambang atau pariwisata massal yang tak terkendali.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena itu, pengembangan Rammang-Rammang menuntut prinsip geo-conservation dan community-based tourism agar nilai ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.
Lebih jauh, kerja sama ini bisa menjadi laboratorium model ekowisata kolaboratif di Asia Tenggara, di mana geopark tidak hanya dilihat sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai pusat riset, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Jika dikelola dengan strategi yang tepat—mengintegrasikan infrastruktur, teknologi digital pariwisata, serta regulasi perlindungan kawasan—Rammang-Rammang dapat tampil bukan hanya sebagai ikon pariwisata Sulawesi Selatan, tetapi juga simbol kepemimpinan Indonesia dalam mengarusutamakan pembangunan berkelanjutan di kawasan regional.
"Pihak Kemenpar bersama delegasi BIMP EAGA mengunjungi destinasi wisata Rammang-Rammang untuk melihat lebih dekat potensi wisata ini yang sudah mendunia," kata Asisten Deputi Bidang Hubungan antarlembaga Internasional Kementerian Pariwisata, Zulkifli Harahap di sela-sela kunjungan di Rahman-Rammang, Kabupaten Maros, Sulsel, Sabtu (23/8).
Dia mengatakan, kunjungan ini bertujuan menjajaki peluang pengembangan pariwisata berkelanjutan termasuk mempererat kerjasama lintas negara dalam mempromosikan kawasan karst terbesar ketiga di dunia ini.
Menurut dia, pentingnya kolaborasi untuk saling mendukung mempromosikan sektor pariwisata ini akan menjadikan rammang-rammang ke depan sebagai ikon pariwisata hijau dan ramah lingkungan di kawasan ASEAN.
Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maros, Suwardi Sawedi.
Dia menyebutkan, Rammang-Rammang memiliki daya tarik kelas dunia apalagi sudah masuk sebagai the World Heritage (warisan dunia) yang diakui badan dunia yakni UNESCO.
Rammang-Rammang memiliki daya tarik kelas dunia, lanjut dia, dengan bentang alam karst, sungai dan kehidupan masyarakat lokal yang otentik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!