Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mensos Tegaskan Pentingnya Pemetaan Bakat Siswa Sejak Masuk Sekolah Rakyat

📅 Sabtu, 23 Agu 2025, 11:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mensos Tegaskan Pentingnya Pemetaan Bakat Siswa Sejak Masuk Sekolah Rakyat Doc: Antara Foto
Ket. Presiden Prabowo Subianto menyapa guru-guru Sekolah Rakyat saat acara retret Sekolah Rakyat di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/8/2025)

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan program Sekolah Rakyat menjadi sekolah pertama di Indonesia yang memetakan bakat dan talenta siswa sejak awal masuk melalui talent mapping.

"Sebanyak 50,5 persen siswa Sekolah Rakyat memiliki kecenderungan gaya belajar kinestetik, dan ini sesuai dengan gaya mengajar 53,5 persen guru kami," kata dia dalam acara Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Jumat.

Menurutnya, teknik pemetaan ini dikembangkan oleh Dr. Ari Ginanjar, pendiri ESQ Leadership Center sekaligus tim teknis persiapan Sekolah Rakyat tahap pertama agar para siswa dapat diarahkan sesuai minat dan bakat masing-masing.

Data awal pemetaan menunjukkan 23 persen siswa di antaranya berpotensi di bidang teknik dan teknologi informasi, 23,9 persen di bidang pendidikan dan hukum, 22,9 persen di bidang kesehatan, 11,6 persen di bidang seni dan media, serta sisanya di sektor lain termasuk perikanan, perkebunan, dan profesi ASN/TNI/Polri hingga presiden.

Menteri Sosial menjelaskan, lulusan Sekolah Rakyat nantinya diproyeksikan mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi maupun langsung bekerja dan berwirausaha dengan keterampilan yang dimiliki.

“Dengan karakter kuat dan keterampilan yang relevan, mereka diharapkan siap menjadi agen perubahan di lingkungannya sekaligus pemutus rantai kemiskinan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bukti keberpihakan negara kepada masyarakat kecil.

"Dari Sekolah Rakyat, mimpi anak-anak yang semula tak terlihat kini mulai tumbuh bersemi," cetusnya.

Sekolah Rakyat juga disebut sebagai miniatur pengentasan kemiskinan terpadu karena para siswa berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN).

Selain akses pendidikan bermutu berbasis asrama, Sekolah Rakyat juga terintegrasi dengan program prioritas pemerintah seperti cek kesehatan gratis, makan bergizi gratis, jaminan kesehatan, Koperasi Desa Merah Putih, dan program tiga juta rumah untuk para siswa beserta keluarganya.

Sementara untuk pembekalan dari Presiden Prabowo tersebut diikuti sebanyak 154 kepala sekolah dan 2.221 guru Sekolah Rakyat untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tersebar di berbagai daerah mulai dari Aceh - Papua.

Kementerian Sosial memastikan saat ini sudah 100 Sekolah Rakyat yang beroperasi di berbagai daerah, dan ditargetkan bertambah total menjadi 165 titik pada September 2025 dengan kapasitas 15.895 siswa, didukung 2.407 guru dan 4.442 tenaga pendidik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.