Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sindiran Sarkas Jerome Polin untuk DPR: Rakyat Masih Susah, Kok Wakil Rakyat Malah Hidup Mewah?

📅 Jumat, 22 Agu 2025, 09:58 WIB | Oleh:
Sindiran Sarkas Jerome Polin untuk DPR: Rakyat Masih Susah, Kok Wakil Rakyat Malah Hidup Mewah? Doc: Instagram/@jeromepolin
Ket. Potret Jerome Polin

JAKARTA - Isu kenaikan tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI lagi-lagi bikin panas suasana. Publik bukan cuma sekadar heran, tapi juga geram melihat para wakil rakyat menikmati tambahan fasilitas mewah di tengah kondisi masyarakat yang masih banyak berjibaku dengan kesulitan ekonomi.

Kali ini, kritik pedas datang dari kreator konten sekaligus influencer populer, Jerome Polin. Dengan gaya khasnya yang lugas, Jerome menyoroti ketimpangan mencolok antara kehidupan rakyat dan para legislator. 

Lewat unggahan cerita Instagram, Jerome menulis sindiran yang langsung viral, “DPR kan Dewan PERWAKILAN Rakyat. Lah, kalau rakyat susah, masa DPR-nya mewah?? Wkwk,” tulis Jerome, Kamis (21/8/2025).

Jerome tidak berhenti di situ. Ia bahkan mempertanyakan siapa sebenarnya rakyat yang diwakili para anggota dewan. Menurutnya, pejabat seharusnya menjadi pelayan rakyat, bukan justru hidup enak ketika rakyat yang dilayani menderita. 

“Rakyat mana yang diwakilkan? Pelayan mana yang bisa hidup nyaman sementara tuannya kelaparan?” tambahnya.

Pernyataan ini langsung jadi bahan perbincangan, apalagi setelah beredar kabar resmi soal rincian kenaikan tunjangan DPR. 

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, mengonfirmasi bahwa sejumlah tunjangan memang naik signifikan. 

Misalnya, tunjangan beras yang sebelumnya sekitar Rp10 juta melonjak jadi Rp12 juta per bulan. Tunjangan bensin pun naik, hingga bisa mencapai Rp7 juta per bulan.

Tak berhenti di sana, DPR juga akan mendapatkan tunjangan rumah sebesar Rp50 juta per bulan karena tidak lagi disediakan rumah dinas. 

Dengan tambahan ini, total pendapatan anggota dewan bisa menyentuh angka hampir Rp70 juta per bulan.

“Kalau dulu total bersih yang diterima sekitar Rp58 juta, sekarang dengan penyesuaian tunjangan, bisa hampir Rp69 sampai Rp70 juta. Tapi saya tegaskan, ini bukan kenaikan gaji, melainkan penyesuaian tunjangan sesuai indeks saat ini,” ujar Adies di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Meski disebut “bukan kenaikan gaji”, publik tetap bereaksi keras. Banyak yang menilai langkah ini tidak sensitif terhadap kondisi rakyat kecil yang masih bergulat dengan harga kebutuhan pokok dan pengangguran. 

Kritik Jerome Polin pun makin memperkuat suara publik, benarkah DPR benar-benar mewakili rakyat, atau justru hanya mewakili kepentingan kelompok elite?

Bagaimana pendapat kalian?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.