Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Malut: ASN Harus Bebas Bahaya Radikalisme dan Intoleransi

📅 Rabu, 20 Agu 2025, 13:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Malut: ASN Harus Bebas Bahaya Radikalisme dan Intoleransi Doc: ANTARA
Ket. Pemprov Malut menggelar sosialisasi bertajuk "Aparatur Sipil Negara Bebas Radikalisme dan Intoleransi, Pemerintah Kuat, Rakyat Sejahtera", di Ternate, Rabu (20/8/2025).    

TERNATE – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar sosialisasi untuk memperkuat komitmen ASN untuk menjaga sikap netralitas birokrasi dan mendukung pemerintahan yang bersih serta bebas dari pengaruh radikalisme dan intoleransi.

"ASN harus menjadi teladan, tidak hanya dalam pelayanan publik, tetapi juga dalam menjaga keutuhan NKRI dari segala ancaman ideologi yang bertentangan dengan Pancasila," kata Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, saat membuka kegiatan sosialisasi bertajuk Aparatur Sipil Negara Bebas Radikalisme dan Intoleransi, Pemerintah Kuat, Rakyat Sejahtera, di Ternate, Rabu (20/8).

Dia berharap melalui kegiatan ini terbentuk kesadaran kolektif seluruh ASN dalam menghadapi ancaman radikalisme demi terciptanya pemerintahan yang kuat dan masyarakat yang sejahtera.

Dia mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut amanat Undang-Undang (UU) Nomor 2 tahun 2022 tentang Kepolisian, dan UU Nomor 5 tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, serta Keppres Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme.

Menurut dia, para pejabat menekankan pentingnya ASN menjadi garda terdepan dalam menjaga netralitas, integritas, serta menolak segala bentuk paham yang mengancam keutuhan NKRI.

Dalam sesi pemaparan materi, Prof. Dr. Rida Hesti Ratnasari, M.Si, CRGP menyampaikan pentingnya mewaspadai infiltrasi ideologi transnasional seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Sementara itu, Kasubdit Kontra Radikal Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri, AKBP Joko Dwi Harsono, memaparkan strategi pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme yang berpotensi menyasar lingkungan ASN.

Kegiatan itu dilanjutkan dengan diskusi terbuka yang dipandu Kasatgaswil Malut Densus 88. Forum ini menjadi ruang interaktif bagi peserta dari berbagai OPD di Maluku Utara untuk mendalami langkah pencegahan dan deteksi dini radikalisme.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.