Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Cianjur Anggarkan Rp3 Miliar untuk Perbaiki Jalan Rusak karena Pergeseran Tanah

📅 Selasa, 07 Jan 2025, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Cianjur Anggarkan Rp3 Miliar untuk Perbaiki Jalan Rusak karena Pergeseran Tanah Doc: ANTARA
Ket. Ruas jalan Desa Sinarlaut, Kecamatan Agrabinta, Cianjur, Jawa Barat, rusak berat akibat bencana pergesaran tanah yang terjadi sehingga arus lalulintas sempat terputus sementara.

CIANJUR– Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyiapkan anggaran sebesar tiga miliar rupiah dari APBD 2025 untuk perbaikan permanen ruas jalan yang rusak akibat bencana alam pergeseran tanah di sejumlah kecamatan secara bertahap.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Cianjur, Eri Rihandiar, di Cianjur, Selasa (7/1), mengatakan pihaknya mencatat sekitar 26 titik ruas jalan kabupaten dan desa yang rusak dengan status sedang dan berat akibat bencana alam pada Desember 2024.

"Kami sudah menganggarkan tiga miliar rupiah dari APBD 2025 dari Belanja Tidak Terduga (BTT), sehingga perbaikan di puluhan titik jalan yang rusak dapat dilakukan secara maksimal," katanya.

Saat ini, di beberapa titik jalan rusak sebagian kecil sudah dapat dilalui kendaraan setelah dilakukan penanganan bersama dengan cara membangun jalur darurat agar dapat dilalui minimal kendaraan roda dua sehingga aktivitas warga tetap berjalan.

Adapun 26 titik ruas jalan yang putus akibat bencana alam pergeseran tanah paling banyak terdapat di Kecamatan Pagelaran, Cibinong, Takokak, Cijati, Sukanagara, Agrabinta, dan Leles, untuk sementara dilakukan penambalan landasan jalan yang retak.

"Petugas membuat konstruksi darurat agar dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat sejak beberapa pekan terakhir, sebelum dilakukan normalisasi secara permanen yang ditargetkan tuntas dalam dua bulan ke depan untuk jalan rusak sedang," katanya.

Sedangkan untuk perbaikan jalan yang rusak berat akibat pergeseran tanah membutuhkan waktu cukup panjang, seperti di Kecamatan Kadupandak, Agrabinta, dan Tanggeung karena kerusakan mencapai satu kilometer, sehingga saat perbaikan akan dilakukan pengalihan arus.

Pengalihan arus rencananya selain melalui jalur alternatif, pihaknya juga akan membuat jalur darurat agar aktivitas warga sekitar terutama perekonomian tidak terhambat dengan meminjam tanah milik warga.

"Kami akan buat jalur sementara di tanah milik warga agar akti
vitas warga sekitar tidak terganggu.Kalau kendaraan besar dengan tujuan selatan atau sebaliknya ke Cianjur, akan diarahkan ke jalur alternatif," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

34 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.